Minggu, 11 Apr 2021,


sulastri-bangga-sepatunya-ikut-gerakan-melawan-kekerasan-seksualGerakan #TBSFightForSisterhood. (istimewa)


Yvesta Putu Ayu Palupi
Sulastri Bangga, Sepatunya Ikut Gerakan Melawan Kekerasan Seksual

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Sulastri merasa bangga. Sepatu kesayangan miliknya menjadi satu dari ratusan sepatu yang ikut berjuang melawan kekerasan seksual di Indonesia. Sepatu yang disumbangkan dalam gerakan #TBSFightForSisterhood itu ikut berunjukrasa dalam pengesahan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) di DPR RI pada akhir 2020 lalu.


"Sepatu yang sehari-hari saya pakai bisa mewakili saya untuk berjuang mengesahkan RUU PKS. Ini luar biasa," ujar Sulastri kepada koranbernas.id, Rabu (7/4/2021).


Wanita asal Yogyakarta ini bercerita, saat tahu muncul gerakan #TBSFightForSisterhood yang digagas The Body Shop bersama Yayasan Pulih, Magdalene, Makassar International Writers Festival, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), media massa, media komunias hingga akademisi, praktisi, aktivis dan Key Opinion Leader sejak 5 November 2020 lalu melalui sumbangan sepatu, dia antusias untuk ikut serta tanpa banyak pikir.

Flat shoes hitam berenda yang dibelinya dua tahun lalu dan selalu menemaninya saat bekerja dan beraktivitas sehari-hari itu, langsung disumbangkan ke panitia #TBSFightForSisterhood pada 15 November 2020 lalu. Sebenarnya dia ingin ikut bersama aktivis lain dalam menyuarakan kampanye RUU PKS di Jakarta. 


"Namun karena pandemi [Covid-19], saya pilih mengirimkan sepatu sebagai wakil suara saya dalam pengesahan RUU PKS itu," tandasnya.


Bukan asal sepatu yang dikirimkan sebagai perwakilannya. Sepatu berukuran 37 tersebut sangat istimewa dan selalu dijaganya. Namun demi perjuangan melawan kekerasan seksual di Indonesia, dia rela memberikannya pada orang lain yang membutuhkan.


Sulastri berharap hal kecil yang dilakukannya akan berdampak besar pada pengesahan RUU PKS yang sejak dulu tak jadi prioritas untuk disahkan. Padahal berdasarkan catatan tahunan Komnas Perempuan pada 2019 lalu, terdapat 431.471 kasus kekerasan terhadap perempuan.

Angka ini melonjak delapan kali lipat dalam 12 tahun terakhir. Bahkan di saat teknologi berkembang pesat, kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) meningkat selaras dengan peningkatan aktivitas di dunia digital, pun di masa pandemi Covid-19 ini.

"Harapannya, apa yang saya lakukan dan orang lain lakukan dengan sepatu-sepatu mereka, bisa menyegerakan pengesahan RUU PKS supaya kita dimana pun punya ruang yang aman dan tidak lagi dilecehkan karena ada regulasi yang melindungi," tandasnya.

CEO The Body Shop Indonesia, Aryo Widiwardhono, dalam satu kesempatan mengungkapkan isu kekerasan seksual sangat penting untuk disuarakan. Karenanya, kampanye Stop Sexual Violence yang dilakukan banyak pihak, akan terus mereka dukung. Sebab The Body Shop merupakan perusahaan yang percaya bahwa sebuah bisnis bisa memiliki peran lebih dari sekadar transaksi jual-beli, tetapi memiliki kapasitas untuk mengedukasi dan mendorong perubahan baik.

“Kami akan mengawal terus dengan semangat dan tekad perjuangan hingga RUU PKS disahkan," paparnya.

The Body Shop Indonesia memulai dukungan terhadap kampanye ini sejak 5 November 2020. Gerakan ini memiliki misi dan semangat yang sama dalam penghapusan kekerasan seksual. Hal itu sebagai bentuk peran pihak swasta yang ikut dalam barisan memperjuangkan pengesahan RUU PKS.

Hasilnya RUU PKS yang digaungkan para aktivis untuk menegakkan keadilan bagi para penyintas dan menjamin perlindungan aman bagi perempuan dan anak, akhirnya secara resmi disahkan masuk dalam Prolegnas Prioritas 2021 sesuai kesepakatan Rapat Kerja Badan Legislasi DPR RI pada 9 Maret 2021. (*)



SHARE

'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini