atas1

Ribuan Murid MA Pandanaran Dilatih Hadapi Bencana

Kamis, 18 Apr 2019 | 19:52:05 WIB, Dilihat 424 Kali - Oleh Nila Jalasutra

SHARE


Ribuan Murid MA Pandanaran Dilatih Hadapi Bencana Bupati Sleman Sri Purnomo mengukuhkan SPAB MA Sunan Pandanaran Ngaglik, Sleman, Kamis (18/4/2019). (istimewa)

Baca Juga : Di Pasar Ini Pedagang Tidak Bisa Tentukan Harga Semaunya


KORANBERNAS.ID -- Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI  mengukuhkan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) MA Sunan Pandanaran Ngaglik di madrasah setempat, Kamis (18/4/2019).

Dengan adanya pengukuhan itu saat ini Kabupaten Sleman memiliki 62 SPAB dan 45 Desa Tangguh Bencana (Destana). “Target kami pada tahun 2019 ini Sleman memiliki 63 SPAB dan 53 Destana,” kata Sri Purnomo.

Menurutnya kesadaran dan kesiapsiagaan seluruh masyarakat dalam menghadapi bencana perlu dibangun.

Bencana tidak dapat dihentikan namun dapat diminimalisasi dampaknya. Tanpa persiapan, terjadinya suatu bencana akan menyebabkan korban dan kerusakan besar.

“Dengan mitigasi maka bencana yang lebih besar dapat ditekan jumlah korban dan risiko kerusakannya,” kata dia.

Pada kesempatan dilakukan gladi lapang penanggulangan bencana gempa bumi. Mereka dilatih supaya memiliki kemampuan saat menghadapi bencana serta memiliki pengetahuan cara menyelamatkan diri saat bencana.

Adapun skenarionya, kegiatan belajar mengajar Madrasah Aliyah Sunan Pandanaran pagi itu berjalan seperti biasa.

Saat itu guru kelas XII menjelaskan tentang pusat gempa bumi di sepanjang sesar Opak. Di saat bersamaan, gempa bumi dengan kekuatan 6 skala Richter benar-benar terjadi.

“Gempa-gempa…lindungi kepala kalian. Berlindung di tempat aman, lindungi kepala kalian dengan tas dan sembunyi di bawah meja. Jangan panik!,” teriak guru.

Setelah gempa reda, seluruh warga MA Pandanaran yang terdiri dari 1.107 murid dan 110 karyawan serta guru berhamburan keluar kelas menyelamatkan diri di titik kumpul. Lima orang luka-luka dan dua orang harus dirujuk ke rumah sakit menggunakan ambulans.

Situasi ini merupakan gambaran pelaksanaan gladi lapang penanganan bencana gempa bumi dan pengukuhan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di MA Sunan Pandanaran, Ngaglik.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Joko Supriyanto, mengatakan Kabupaten Sleman memiliki tujuh ancaman bencana seperti erupsi Gunung Merapi, banjir, angin kencang, tanah longsor, kekeringan, kebakaran dan gempa bumi.

Pembentukan SPAB dimaksudkan untuk melindungi warga sekolah yang tinggal di kawasan rawan bencana. Selain itu juga meningkatkan peran serta warga sekolah, khususnya kelompok rentan dalam pengelolaan sumber daya untuk mengurangi risiko bencana.

“BPBD Sleman berusaha mensinergikan berbagai elemen masyarakat agar terwujud masyarakat Sleman yang Tanggap, Tangkas dan Tangguh menghadapi bencana,” kata Joko. (sol)



Kamis, 18 Apr 2019, 19:52:05 WIB Oleh : Nila Jalasutra 418 View
Di Pasar Ini Pedagang Tidak Bisa Tentukan Harga Semaunya
Kamis, 18 Apr 2019, 19:52:05 WIB Oleh : Masal Gurusinga 2764 View
Sejumlah SD Negeri di Klaten Tinggal Kenangan
Kamis, 18 Apr 2019, 19:52:05 WIB Oleh : Sholihul Hadi 780 View
Apnas Yogyakarta Minta KPU Netral dan Profesional

Tuliskan Komentar