perpustakaan-peduli-anakSarwono (Foto: Koleksi Pribadi/Koran Bernas).


Sarwono, MA

Perpustakaan Peduli Anak


SHARE

TANGGAL 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional. Tentu ada maksud agar kita semua sadar bahwa anak adalah aset bangsa. Anak adalah masa depan sebuah bangsa. Maka mari bersama-sama menjaga anak-anak kita. Semua harus peduli agar peringatan Hari Anak Nasional benar-benar ada manfaatnya. Semua orang, lembaga dan instansi harus peduli. Tidak luput tentu saja, perpustakaan juga harus peduli.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan telah mengamanatkan dalam pasal 4 bahwa tujuan perpustakaan  adalah  memberikan layanan kepada pemustaka, meningkatkan kegemaran membaca, serta memperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Pemustaka adalah seluruh pemustaka tanpa kecuali. Sementara dalam Bab XIII Pembudayaan Kegemaran Membaca pasal 48 ayat  1 dan 2 disebutkan bahwa pembudayaan kegemaran membaca dilakukan melalui keluarga, satuan pendidikan dan masyarakat. Pembudayaan kegemaran membaca pada keluarga dan satuan pendidikan difasilitasi oleh pemerintah dan pemerintah daerah melalui buku murah dan berkualitas serta mengembangkan dan memanfaatkan perpustakaan sebagai proses pembelajaran.


Baca Lainnya :

Sudah banyak ahli pendidikan yang menyampaikan bahwa kegemaran membaca harus dimulai dari anak-anak. Anak-anak adalah salah satu pemustaka/pengunjung perpustakaan yang potensial. Terlihat begitu penting peran dan fungsi perpustakaan terhadap kegemaran membaca masyarakat khususnya anak-anak. Perpustakaan yang baik akan mampu meningkatkan kegemaran membaca masyarakat. Keanekaragaman koleksi, keramahan dan kreativitas pustakawan serta layanan prima akan membuat pemustaka betah berlama-lama di perpustakaan.

Layanan untuk Anak


Baca Lainnya :

 Apapun jenis perpustakaannya, seyogyanya tetap memperhatikan pemustaka anak-anak. Apalagi perpustakaan umum baik di tingkat provinsi, kabupaten maupun perpustakaan desa. Saat ini sudah banyak yang menyediakan koleksi khusus anak-anak seperti kisah maupun dongeng untuk anak. Perpustakaan juga menyediakan berbagai macam fasilitas dan berbagai jenis layanan untuk anak-anak. Antara lain layanan bercerita, layanan permainan anak-anak, layanan bimbingan belajar dan sebagainya. Layanan bercerita adalah layanan yang menyampaikan isi koleksi dengan metode bercerita atau mendongeng. Anak-anak cukup duduk mendengarkan cerita atau dongeng yang disampaikan. Boleh juga pemustaka anak-anak tersebut yang mendongeng. Kreativitas pengelola perpustakaan akan menentukan berjalannya layanan. Saat ini layanan mendongeng sudah menjadi layanan yang dinantikan di sebuah perpustakaan. Layanan bercerita atau mendongeng dikemas dengan dongeng keliling ke sekolah dan berbagai komunitas. Bahkan paa saat pandemi, layanan ini masih dapat dilakukan secara online.

Layanan permainan anak menyediakan berbagai sarana permainan yang mendidik untuk anak-anak usia TK-SD. Tentu saja dengan bimbingan para pustakawan dan juga orang tua serta guru. Permainan yang memunculkan kreativitas dan keberanian anak. Agar layanan ini dapat terlaksana dengan optimal, maka pustakawan harus dibekali pengetahuan dan kemampuan melayani anak-anak. Dunia anak-anak tentu berbeda dengan dunia remaja apalagi dewasa. Anak-anak adalah keceriaan dan kegembiraan. Maka buatlah mereka ceria dan gembira di perpustakaan.

Perpustakaan Keluarga

Kegemaran membaca anak-anak tentu harus dimulai dari lingkungan keluarga. Kebiasaan orang tua biasanya akan ditiru oeh anak-anak. Orang tua yang suka membaca dan disaksikan oleh anak-anaknya akan mempengaruhi anak tersebut. Mereka akan mencontoh dan meniru perilaku orang tua maupun anggota keluarga yang lain. Membaca buku, majalah maupun surat kabar di rumah sangat membantu untuk meningkatkan kegemaran membaca anak-anak. Hadirnya bahan bacaan secara fisik bukan online berbeda dengan bacaan di internet. Maka keberadaan perpustakaan keluarga sangatlah penting. Perpustakaan keluarga dapat dipahami sebagai sebuah perpustakaan keluarga yang sederhana saja. Ada koleksi dan ada kegiatan untuk seluruh anggota keluarga. Apalagi pada masa sekarang yang sebagian besar melakukan kegiatan belajar mengajar serta bekerja dari rumah. Keberadaan perpustakaan keluarga tentu sangat membantu. Anak-anak dapat mencari jawaban dari tugas-tugasnya di perpustakaan keluarga. Orang tua dapat mendongeng sebelum tidur bagi anak-anaknya yang masih balita bahkan usia TK-SD. Sementara anak-anak yang lebih besar atau usia SMP-SMA dapat dilibatkan untuk membuat kliping, mencari koleksi baru di internet dan sebagainya. Dapat juga anak-anak ikut dilibatkan mempraktekkan resep makanan atau kue yang di dapat dari buku koleksi perpustakaan keluarga.

Perpustakaan keluarga dapat berfungsi sebagai media pembelajaran keluarga sekaligus sebagai tempat rekreasi keluarga pada saat mengalami kejenuhan karena terlalu lama tinggal di rumah akibat dampak pandemi Covid-19.  Pengetahuan, pengertian dan kreativitas seluruh anggota dapat membuat perpustakaan keluarga benar-benar optimal untuk keluarga.

Selamat Hari Anak Nasional. Mari kita jaga dan bimbing anak-anak untuk masa depan bangsa. **

 

Sarwono, MA

Pustakawan UGM, Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia DIY

 


TAGS:

SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini