atas1

Pemberdayaan Ini Membuat Perempuan Sumringah

Selasa, 11 Des 2018 | 23:56:34 WIB, Dilihat 561 Kali - Oleh W Asmani

SHARE


Pemberdayaan Ini  Membuat Perempuan Sumringah Dina Sri Subekti dan Nur Hidayati, dari UPPKS Sekar Flamboyan, Gunung Ketur, Pakualam, memamerkan produknya dalam Pembukaan Gebyar Promosi UPPKS di Graha Pendawa Balaikota, Selasa (11/12/2018). (w asmani/koranbernas.id)).

Baca Juga : Saat Gareng Pegang Gagang Mikrofon


KORANBERNAS.ID --Wajah Dina Sri Subekti, warga Gunung Ketur Pakualam terlihat sumringgah. Perempuan ini dengan semangat menjelaskan kepada konsumen tentang jamu-jamu kemasan yang dia jajakan.

Dina bersama Nur Hidayati, keduanya warga Rukun Warga 02 di kelurahan setempat mempromosikan produk yang dibuat anggota yang tergabung dalam Unit Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Sekar Flamboyan Pakualaman, dalam Gebyar Promosi UPPKS se Kota Yogyakarta, di halaman balaikota, Selasa (11/12/2018).

"Produk utama kami adalah wedang rejo, yaitu wedang berbahan rempah-rempah," ujar anggota UPPKS Sekar Flamboyan Pakualam, yang beranggotakan 10 orang itu.

Lanjutnya, selain wedang rejo ada juga produk lain seperti kunir asem, adu limo dan temu layak. Semua dalam kemasan siap saji. Tersedia juga sirup wedang rejo, produk tersebut yang bisa dibeli di Progo.

" Selain produk rempah-rempah, anggota kami juga ada yang membuat makanan ringan lainnya, seperti peyek, kripik dan krupuk," ujar Dina.

Menurut Dina, mereka mendapat bantuan dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY sebesar Rp 15.000.000. Dari jumlah tersebut, dana sebesar Rp 9 juta dibelikan peralatan dan selebihnya untuk pembelian bahan baku produksi.

Lain lagi Masrikah dari UPPKS Cendana Tegalrejo, yang menjaga stand bersama rekannya Nur Bakti. Mereka berdua menjajakan makanan snak, nasi gudeg dan makanan ringan lainnya.

"Dengan uppks kami mendapatkan tambahan penghasilan," ujar Masrikah.

Lanjut dia, jumlah anggota UPPKS Cendana sebanyak 18 orang. Semuanya beralamat di rukun warga (RW) 02 di Kecamatan Tegalrejo Yogyakarta. Mereka memproduksi rengginang ikan laut dari udang laut, kepiting laut dan cumi-cumi.

"Harga rengginang mentah saya patok dengan harga Rp. 15.000. Sementara itu, Nur Abadi membuat arem-arem isi ayam dengan harga Rp. 3.000 dan timus seharga Rp. 2.000," jelasnya

Plt Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Yogyakarta, Eny Retnowati mengatakan UPPKS diharapkan mampu meningkatkan pendapatan keluarga, kesejahteraan keluarga peserta KB. Dengan peningkatan tersebut diharapkan kepesertaan dan kesinambungan ber-KB dapat ditingkatkan.

"Kita berupaya agar uppks bisa mendukung program gandeng gendong milik pemerintah kota yogyakarta. Diharapkan keluarga mampu bisa membantu keluarga lainnya yang kurung mampu, agar semua bisa maju bersama," tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, setiap kecamatan diberi jatah 2 UPPKS dengan total ada 28 stand UPPKS dari 14 kecamatan.

Wakil Walikota (wawali) Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan setiap keluarga diharapkan mampu menjaga kualitas. Jangan sampai ada keluarga menikahkan anaknya, sementara anak tersebut belum mampu mencukupi kebutuhannya.

"Bukannya mengurangi beban keluarga, akan tetapi justru akan menambah beban keluarga," kata Heroe.

Heroe juga berencana akan bekerjasama dengan hotel agar chef bisa memberi pengajaran ke Usaha Kecil dan Mikro (UMKM) untuk pengolahan dan kemasan produk.

"Agar umkm bisa membuat makanan berkelas ala hotel," papar wawali.(yve)



Selasa, 11 Des 2018, 23:56:34 WIB Oleh : Arie Giyarto 1004 View
Saat Gareng Pegang Gagang Mikrofon
Selasa, 11 Des 2018, 23:56:34 WIB Oleh : Nila Jalasutra 445 View
Mari Lindungi Perempuan dari Kekerasan
Selasa, 11 Des 2018, 23:56:34 WIB Oleh : Sari Wijaya 424 View
Pramuka pun Ikut Kembangkan Wisata

Tuliskan Komentar