atas1

Menanti Kejujuran Pemilik Pangkalan Gas Melon

Minggu, 14 Apr 2019 | 20:13:52 WIB, Dilihat 904 Kali - Oleh Masal Gurusinga

SHARE


Menanti Kejujuran Pemilik Pangkalan Gas Melon LPG tabung 3 kilogram atau dikenal dengan sebutan gas melon. (masal gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : Suhu Sangat Dingin, WNI Antre di Jalan Saat Coblosan di London


KORANBERNAS.ID -- LPG 3 kilogram atau dikenal juga dengan sebutan gas melon diluncurkan pemerintah hanya untuk masyarakat miskin.

Karena barang bersubsidi, LPG 3 kilogram sebagai pengganti minyak tanah itu peruntukan dan aturannya sudah jelas. Namun di lapangan tetap saja ada orang-orang kaya menggunakannya.

Ada warga memiliki usaha besar dan mobil mewah yang masih menggunakan LPG 3 kilogram. Terdapat beberapa alasan mengapa mereka menggunakan LPG 3 kilogram?

Alasan klasik yang dihimpun di lapangan, karena harganya lebih murah dibanding LPG 5,5 kilogram maupun LPG 12 kilogram. Selain itu, LPG 3 kilogram juga mudah dibeli.

Di Desa Jeblog Kecamatan Karanganom, misalnya,  harga LPG 3 kilogram di tingkat pangkalan Rp 17 ribu per tabung.

Menurut warga, ketentuan resmi berdasarkan Surat Gubernur Jawa Tengah tahun 2015 disebutkan harga eceran tertinggi (HET) di tingkat pangkalan  Rp 15.500 per tabung.

"Di sekitar sini (Desa Jeblog) ada dua pangkalan namun harganya beda-beda. Ada yang Rp 17 ribu dan ada juga Rp 18 ribu," kata Ny Eny, pemilik warung dekat Pasar Jeblog.

Dia selama ini menjadi pelanggan salah satu pangkalan. Ketika dirinya butuh LPG 3 kilogram dan beli di pangkalan lain ditolak oleh pemilik pangkalan yang bukan jadi langganannya. Padahal di pangkalan itu masih banyak tabung yang isi.

Senada dikemukakan Budi, warga Desa Gatak Kecamatan Delanggu. Menurut pemilik usaha gorengan itu dirinya selalu membeli LPG 3 kilogram di pangkalan depan rumahnya Jalan Stasiun Delanggu.

Di pangkalan pun harganya sudah mencapai Rp 17 ribu per tabung.

Begitu pula dengan yang diungkapkan Purwadi, warga Desa Sorogaten Kecamatan Tulung. Menurut dia, di sekitar rumahnya ada tiga pangkalan LPG 3 kilogram namun harganya di atas Rp 17 ribu per tabung.

Apa yang diungkapkan Ny Eny, Purwadi dan Budi mengenai harga LPG 3 kilogram di pangkalan yang sudah mencapai Rp 17 ribu per tabung tentu menyalahi ketentuan. Sebab harga LPG 3 kilogram di pangkalan telah ditetapkan Rp 15.500 per tabung.

Penuturan ketiga warga itu berbeda dengan yang diungkapkan pemilik pangkalan. Saat ditemui di tempat usahanya, pemilik pangkalan mengaku menjual LPG 3 kilogram dengan harga Rp 15.500 per tabung.

Pengakuan berbeda antara warga dengan pemilik pangkalan ini membingungkan banyak pihak. Tidak diketahui mana yang benar dan salah.

Menginat LPG 3 kilogram merupakan barang bersubsidi dan jelas peruntukannya maka dibutuhkan kejujuran pemilik pangkalan terkait dengan pendistribusiannya.

Secara terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disdagkop UKM) Klaten, Mursidi, menjelaskan yang disebut dengan warga miskin adalah yang berpenghasilan sampai Rp 1,5 juta per bulan.

Sedangkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Kecil Mikro (UKM) disebutkan UKM adalah usaha dengan modal sendiri kurang dari Rp 50 juta dan beromzet Rp 300 juta per tahun.

"Jika ada usaha yang beromzet lebih dari Rp 300 juta per tahun dan masih menggunakan LPG 3 kilogram itu tidak boleh. Sebab bukan kategori UKM lagi," tegas Mursidi. (sol)



Minggu, 14 Apr 2019, 20:13:52 WIB Oleh : Arie Giyarto 2152 View
Suhu Sangat Dingin, WNI Antre di Jalan Saat Coblosan di London
Minggu, 14 Apr 2019, 20:13:52 WIB Oleh : Arie Giyarto 633 View
Ada 45 Ribu Pemilih Pindah Coblos ke DIY
Sabtu, 13 Apr 2019, 20:13:52 WIB Oleh : Sholihul Hadi 520 View
Sedikit-sedikit ke Puskesmas..

Tuliskan Komentar