Jumat, 30 Okt 2020,


karya-tanggap-karya-cara-seniman-diy-menutup-fky-2020Penampilan Didik Nini Thowok pada penutupan FKY 2020 yang disiarkan secara daring dari Museum Sono Budoyo Yogyakarta, Sabtu (26/9/2020). (istimewa)


--

Karya Tanggap Karya, Cara Seniman DIY Menutup FKY 2020

Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms
SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) Mulanira 2 Akar Hening di Tengah Bising telah usai digelar. Perhelatan tahunan ini ditutup pada Sabtu (26/9/2020) malam secara daring, disiarkan dari Museum Sonobudoyo melalui www.fkymulanira.com.

Penutupan dihadiri sejumlah artis dan seniman pertunjukan dari Yogyakarta, antara lain Simphony Orchestra feat. Rio Febrian, Tari Dwimuka Jali dari Didik Nini Thowok dan Karya Tanggap Karya: Rupa, Kata, Gerak, Suara oleh Deaf Art dan Landung Simatupang.

Melalui Karya Tanggap Karya: Rupa, Kata, Gerak, Suara, yang melibatkan komunitas Deaf Art, untuk merespon karya-karya dari ruang pameran. Selama kurang lebih dua hari, karya dicerap dan diapresiasi. Dari tiap cerapan, kemudian diekspresikan melalui bahasa gerak dan koreografi.

Sama halnya dengan apa yang dilakukan oleh Landung Simatupang, ia merespon tiap karya. Respon dan apresiasinya kemudian muncul menjadi puisi. Baik Landung maupun Deaf Art, melakukan pembacaan atas karya-karya, kemudian merepresentasikan pembacaannya dengan cara masing-masing.  Pada dasarnya, Deaf Art dipilih sebagai kolaborator untuk membuka ruang apresiasi dan ruang pembacaan yang inklusif.

“Sebagian besar program FKY hadir secara virtual. Yang menjadi persoalan ialah bahwa sajian virtual memiliki batasannya sendiri. Tidak semua kelompok sosial mampu mengaksesnya, baik dari segi teknis kuota internet ataupun dari segi keterbacaan. Hal ini menjadi poin refleksi dari FKY yang hadir di tengah pandemi,” ujar Ghozali selaku kurator FKY 2020.

Untuk capaian FKY 2020 ini Ghozali menuturkan, pagelaran kali ini menjadi momen mempelajari kembali proses transisi FKY dari ‘Kesenian’ menjadi ‘Kebudayaan’. Menurutnya, proses eksperimentasi karena perubahan situasi saat ini memaksanya berubah juga. Oleh sebab itu FKY 2020 memilih menonjolkan produksi pengetahuan dalam setiap rangkaian acara.

“Yang didorong adalah produksi pengetahuannya dan juga bisa tersebar lebih luas lagi karena dapat diakses secara online atau virtual,” imbuh Ghozali.

FKY resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji. Dalam sambutannya, Aji mengaku pagelaran FKY kali ini penuh dengan tantangan dan sudah banyak berubah dari FKY sebelum-sebelumnya.

“Kalau menghitung tantangan dan keberhasilannya, FKY kali ini perlu diapresiasi karena tetap berjuang untuk tetap terselenggara di situasi yang kurang mendukung. Selain panitia, saya juga berterimakasih kepada seniman yang membuat FKY ini tetap ada dari tahun ke tahun. Mari kita kaji lagi FKY 2020 ini agar dalam pagelaran FKY selanjutnya bisa lebih sukses,” tutur Aji.

Sementara Direktur Utama FKY, Paksi Raras Alit, melaporkan data kunjungan selama FKY berlangsung. Total pengunjung website www.fkymulanira.com sebanyak 123.432, total pengunjung platform sosial media FKY 11.287.651 dengan jangkauan dari dalam dan luar negeri seperti Eropa, Australia, dan Asia terkhusus Yogyakarta, Indonesia.

Total pengunjung langsung (terbatas) pameran seni rupa FKY 2020 selama 6 hari sebanyak 588 dan total peserta kompetisi seni Mulanira 2 sebanyak 595.

“Saya mewakili teman-teman yang bertugas dalam FKY ini mohon maaf apabila masih ada kekurangan dalam melaksanakan tugas. Juga berterima kasih kepada sobat budaya dan pihak-pihak yang telah mendukung kami dalam penyelenggaraan di tengah keterbatasan saat ini,” tutup Paksi. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini