Selasa, 02 Mar 2021,

halimjoko-ditetapkan-sebagai-bupatiwabup-terpilihPaslon Abdul Halim Muslih-Joko Purnomo menerima salinan SK salinan penetapan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Terpilih 2020 di Hotel ros In, Jumat (22/1/2021) siang. (sariyati wijaya/koranbernas.id)


Sariyati Wijaya
Halim-Joko Ditetapkan Sebagai Bupati/Wabup Terpilih

SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul menggelar acara rapat Pleno Terbuka Penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih dalam pemilihan serentak Tahun 2020 di Hotel Ros In, Jalan Ring Rad Selatan, Jumat (22/1/2021) siang.

Hadir dalam kesempatan tersebut Didik Joko Nugroho S.Ant Ketua KPU Bantul dan jajaran komisioner minus Arif Haryanto yang sedang sakit, Ketua DPRD Bantul, Hanung Raharjo ST, Sekda Helmi Jamharis MM,Ketua Bawaslu Harlina SH, Paslon nomor urut 1 Abdul Halim Muslih-Joko Purnomo sementara Paslon nomor urut 2 H Suharsono-H Totok Sudarto Mpd ijin tidak hadir, tim LO dan tim sukses, Kapolres AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyo , Dandim Letkol (inf) Agus Indra Gunawan serta perwakilan dari 9 partai politik pengusung pasangan calon.

  • SMAN 1 Banguntapan Bantul Jadi Sekolah Siaga Kependudukan
  • Awak Mobil Tangki Bebas Narkoba

  • Didik mengatakan tahapan pemilihan tahun 2020 sejauh ini telah berlangsung dan terlaksana dengan baik. Sejak tahap pendaftaran dimana kedua pasangan mendaftar bersamaan pada Jumat , 4 September 2020, lalu dilakukan penetapan dan pengundian nomor urut tanggal 24 September , kampanye selama 71 hari dan berlangsung kondusif, ayem , tentrem, sehat dan tertib hingga pemungutan suara 9 Desember 2020.

    Tahapan selanjutnya adalah rekapitulasi hasil tingkat kabupaten pada tanggal 14 dan 15 Desember 2020. Tingkat partisipasi Bantul adalah tertinggi di DIY yakni mencapai 81,6 persen.

  • Ini Cara Siswa Menghargai Ubi
  • Mbah Mulyo Berseri-seri Saat Diwisuda

  • “Dalam setiap tahapan pemilihan kita selalu menerapkan protokol kesehatan. Sehingga konsultasi dan koordinasi selalu kita lakukan dengan gugus tugas di Kabupaten Bantul. Ini tentu pencapaian bersama, karena KPU Bantul tidak bisa mencapai partisipasi tinggi tanpa dukungan dari semua pihak,” katanya.

    Dan hingga tiga hari sejak ditetapkannya hasil rekapitulasi tingkat kabupaten tidak ada sengketa hasil pemilihan di Mahkamah Konstitusi (MK). Sebab berdasar Surat Dinas KPU RI Nomor 60/PL.02.7-SD/03/KPU/I/2021 tertanggal 20 Januari tentang Penetapan Calon terpilih pemilihan serentak Tahun 2020, yang diterima KPU Bantul dinyatakan bahwa KPU RI telah menerima Buku Registrasi Perkara KOnstitusi (BRPK) dari Mahmakah Konstitusi.

    Bagi daerah yang tidak tercatat dalam BRPK artinya tidak menghadapi sengketa hasil. Bagi daerah yang tidak menghadapi sengketa maka paling lama 5 (lima) hari setelah KPU menerima BRPK diperintahkan untuk melakukan penetapan calon terpilih.

    “Segera sehari setelah ini kami akan menyerahkan berkas pengusulan pasangan calon terpilih kepada DPRD Kabupaten Bantul,”kata Didik. . Selanjutnya DPRD akan melaksanakan rapat paripurna untuk menindaklanjuti penetapan calon terpilih dan memproses ke Mendagri melalui Gubernur DIY.

    Sementara Divisi Teknis KPU Bantul, JokoSantoso mengatakan untuk pasangan bupati dan wakil bupati terpilih adalah Paslon nomor urut 1 H Abdul Halim Muslih-Joko B Purnomo (Halim-Joko) yang meraih 305.563 suara (57 persen). Pasangan ini diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), PDI Perjuangan, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat. Tepat pukul 14.44 WIB dinyatakan sebagai pasangan calon pasangan terpilih 2020.

    Sedangkan pasangan nomor urut 2 pasangan calon Drs. H. Suharsono- Drs. H Totok Sudarto, MPd memperoleh suara sebanyak 228.407 dan diusung oleh 5 (lima) partai politik yaitu partai Gerakan Indonesia raya, Partai Golongan Karya, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Nasdem.

    Sedangkan Halim didampingi Joko Purnomo usai penetapan kepada media mengucapkan terima kasih kepada semua pihak sehingga pemilihan bisa berjalan lancar dan partisipasi tertinggi se DIY.

    “Terimakasih kepada penyelanggara pemilu, kepada relawan dan tim sukses, masyarakat Bantul dan semua awak media yang sudah ikut membantu suksesnya pemilihan,” katanya.

    Mengenai pelantikan sendiri dirinya belum mengetahui, karena ada dua opsi yakni 17 Februari mendatang atau Maret.

    “Nanti kami menunggu informasi lebih lanjut. Yang jelas langkah pertama usai dilantik adalah melakukan penataan termasuk penataan anggaran agar semua program bisa berjalan seperti yang diharapkan," paparnya. (*)



    SHARE
    '

    BERITA TERKAIT

    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini