di-tengah-pandemi-pemkab-berencana-menaikan-retribusi-pasar-begini-reaksi-pedagangPasar Argosari Wonosari. (sutaryono/koranbernas.id)


St Aryono

Di Tengah Pandemi, Pemkab Berencana Menaikan Retribusi Pasar. Begini Reaksi Pedagang

BAGIKAN

KORANBERNAS.ID, GUNUNGKIDUL–Kenaikan retribusi pelayanan pasar di Gunungkidul yang mulai diberlakukan 1 September 2020, menjadi polemik. Menurut pemkab, kenaikan retribusi harus dilakukan, karena sejak tahun 2011 belum pernah mengalami kenaikan. 

Namun, sebagian warga terutama pedagang termasuk anggota DPRD, justru tidak sependapat. Mereka menilai kebijakan itu kurang tepat, sebab kondisi pasar dan ekonomi yang lesu akibat pandemi Covid-19.


Baca Lainnya :

“Kami berharap kebijakan itu ditinjau kembali,” kata Yanti, salah satu pedagang sembako di Pasar Argosari Wonosari, Selasa (15/9/2020).

Yanti beralasan, saat ini para pedagang pasar masih kesulitan untuk mendapatkan keuntungan akibat sepinya pasar


Baca Lainnya :

Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, pengelolaan pasar termasuk Argosari Wonosari, dinilai belum optimal. Utamanya dalam hal keamanan, kontrol dan pendapatan.

“Tidak mengherankan jika sekarang ini ada gejolak pedagang atas kenaikan retribusi pasar itu,” kata Endah.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta pemkab melakukan sejumlah langkah. Diantaranya pembenahan organisasi, peningkatan kualitas dan evaluasi SDM pengelola pasar, dan melakukan pemasangan CCTV di Pasar Argosari.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gunungkidul, Johan Eko Sudarto mengaku, kebijakan menaikan tarif retribusi pasar melalui proses panjang. Idealnya kenaikan setiap tiga tahun sekali. Namun sejak 2011, belum dilakukan penyesuaian.

Disperindag Gunungkidul sudah melakukan sosialisasi kenaikan retribusi ini di 40 pasar yang dikelola sejak jauh hari. Perda ini juga sudah dikonsultasikan dengan Pemda DIY dan pemerintah pusat.

Retribusi pasar ini, nantinya akan dikembalikan dalam bentuk peningkatan fasilitas, seperti revitalisasi hingga perbaikan pasar.

Johan menyatakan, akan menerima keberatan para pedagang secara terbuka.

“Kita akan upayakan kebijakan lebih lanjut atau payung hokum, sebagai solusi dari kenaikan retribusi pasar ini,” katanya.

Sebagaimana diketahui, penyesuaian tarif ada beberapa kategori. Mulai dari kios, los hingga plataran pasar. Tarif retribusi untuk kios naik dari Rp 250, menjadi Rp 500 per meter persegi. Sedangkan untuk los dari awalnya Rp 200 menjadi Rp 400 per meter persegi dan untuk lokasi plataran dari Rp 150 menjadi Rp 300 per meter persegi. Besaran retribusi disesuaikan dengan lokasi dan luasan yang ditempati.

Perubahan juga berlaku pada retribusi hewan ternak. Penjualan sapi dengan tarif Rp 4.000 per ekor, kambing Rp 700 dan unggas Rp 200 per ekor. (*)




BAGIKAN

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini