atas1

Tiga Seniman Muda Raih Penghargaan

Rabu, 31 Jul 2019 | 12:30:07 WIB, Dilihat 262 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


Tiga Seniman Muda Raih Penghargaan Para seniman peraih penghargaan Young Artist Award (YAA) saat pembukaan ARTJOG 2019, Kamis (25/7/2019). (istimewa)

Baca Juga : TPST Piyungan Diblokir Lagi


KORANBERNAS.ID -- ARTJOG MMXIX resmi dibuka Kamis (25/7/2019) dan tahun ini secara tegas memposisikan diri sebagai sebuah Festival Seni Rupa Kontemporer Internasional (Yogyakarta International Contemporary Art Festival).

Diawali VIP dan Media Preview di sore hari, event tersebut dihadiri para pejabat negara, seniman dan pecinta seni, rekanan dan kolega serta awak media dari berbagai kota dan negara.

Malam harinya, upacara pembukaan diawali sambutan Direktur ARTJOG Heri Pemad dilanjutkan pengumuman pemenang Young Artist Award (YAA).

Program YAA dirancang sebagai wujud penghargaan dan upaya menggali potensi dan wawasan seniman muda, serta memperluas jaringan dan lintasan karier mereka dalam berkesenian.

Selain bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan DIY melalui program YAA, ARTJOG juga bekerja sama denga Yayasan Museum MACAN dengan programnya Museum MACAN Foundation Artist Residency.

Bersama YAA, program ini akan memfasilitasi fase riset dan eksplorasi artistik seniman penerima YAA 2019 melalui residensi di Australia, Jerman dan Jepang.

Dari 13 seniman muda, terpilih 3 seniman peraih Young Artist Award yaitu Andrita Yuniza dari Bandung dengan karyanya Whirlwind of Time, Enka Komariah (Yogyakarta) dengan karyanya Juxtapose #1 dan Natasha Tontey dari Jakarta dengan karyanya Hama Memberkati/Pest to Power.

Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat perhelatan ini.

Dia menegaskan ARTJOG sudah sebelas tahun, dari artfair menjadi festival. Ini langkah luar biasa karena menjadi ajang seluruh stakeholder seni berinteraksi. Mulai artis berekspresi sampai admirer atau mereka yang hadir melakukan apresiasi.

"Ini suatu gerakan yang baik untuk memperkuat ekosistem seni di Indonesia, termasuk penerima penghargaan artis muda di bawah umur 35 dan karyanya yang luar biasa," lanjutnya saat membuka acara itu di Jogja National Museum Gampingan, Kamis (25/7/2019) malam silam.

Dia mengaku selalu mengagumi seluruh hasil karya seni. “Karena di dalam seni tidak ada disebutkan mana yang terbaik dan tidak serta mana yang benar dan salah. Ini merupakan ekspresi demokratis,” tandasnya. (sol)



Rabu, 31 Jul 2019, 12:30:07 WIB Oleh : Sari Wijaya 644 View
TPST Piyungan Diblokir Lagi
Selasa, 30 Jul 2019, 12:30:07 WIB Oleh : Putut Wiryawan 638 View
Tentara dan Polisi Menjaring Sampah dari Sungai
Selasa, 30 Jul 2019, 12:30:07 WIB Oleh : Sholihul Hadi 242 View
Ratusan Dusun di DIY Sulit Air, Perlu Solusi Permanen

Tuliskan Komentar