atas1

Terguncang dan Letih, Tapi Puas

Senin, 30 Sep 2019 | 08:20:00 WIB, Dilihat 165 Kali - Oleh warjono

SHARE


Terguncang dan Letih, Tapi Puas Wisatawan bersiap berangkat menjelajahi medan offroad di lereng Merapi. (istimewa)

Baca Juga : Pria pun Perlu Tahu Fashion Terkini


Debul tebal mengepul, saat jeep Willis warna coklat itu menerjang lereng lembah di wilayah Cangkringan. Kondisi mobil yang miring dan terguncang pun, sontak membuat 3 penumpangnya berteriak dan mengencangkan pegangan tangannya di tuas-tuas besi pengaman di mobil.

Baru saja hilang rasa dag dig dug lantaran kemiringan yang cukup ekstrem di tebing, mobil menikung tajam dan tancap gas menanjak di tebing berikutnya.

Hampir mencapai puncak, injakan kaki sang sopir di pedal gas tidak juga mengendor. Tak ayal, tepat di puncak tebing, mobil seakan melompat. Dan sesaat penumpang seakan terbang di langit nan biru lereng Merapi bagian selatan.

“Ini salah satu spot yang banyak disukai oleh wisatawan saat offroad mengendarai jeep. Sekarang kan musim kemarau mas. Jadi spot untuk berbasah-basah jauh berkurang. Tidak seperti musim penghujan,” kata Agung Wibowo, driver sekaligus salah satu pengurus Komunitas Jeep Tlogo Putri 2, saat istirahat di salah satu pemberhentian di kawasan Kaliadem.

Banyak spot yang disukai wisatawan saat mereka menikmati wisata lava tour. Selain medan cukup menantang di sepanjang rute, hamparan pasir sisa erupsi Merapi 2010,bagi wisatawan serasa sedang melintas di gurun pasir.

Pemandangan ini tambah elok, karena berlatar Gunung Merapi yang menjulang tinggi, saat cuaca cerah seperti sekarang.

Jalur wisata jeep Lava Tour, juga didesain sedemikian rupa, sehingga wisatawan bisa mampir atau singgah di lokasi-lokasi yang monumental. Misalnya saja ke bunker di Kaliadem, yakni bunker yang menjadi tempat berlindung sejumlah relawan saat letusan Merapi 2010. Tapi, bukannya selamat, justru di bunker inilah mereka tewas terpanggang timbunan lahar Merapi.

Kemudian, pelancong juga bisa singgah ke Batu Wajah, yakni batu berukuran super jumbo yang ikut dimuntahkan dari puncak Merapi saat erupsi 2010. Atau ke makam Mbah Marijan, Juru Kunci Gunung Merapi yang juga ikut tewas saat erupsi 2010. Kemudian ke museum mini yang berisi barang-barang peninggalan atau sisa terjangan awan panas Merapi.

“Kami menawarkan tiga trip. Yakni jarak pendek untuk tarif 350 ribu per mobil, kemudian jarak menengah 450 ribu dan jarak panjang 550 ribu. Per mobil idealnya diisi 3 penumpang. Bisa 4 penumpang tapi yang 1 anak-anak. Ini menjadi bagian dari safety dan kenyamanan karena medan offroad,” ulas Agung.

Pengalaman mengesankan dirasakan oleh Iwan Kurniawan. Pelancong dari Jakarta ini, mengaku baru kali ini mencoba berkendara jeep offroad di lereng Merapi.

Sempat keder diawal pemberangkatan, tapi sepanjang perjalanan, Iwan justru mulai menikmati setiap lintasan di medan berpasir kawasan Cangkringan dan sekitarnya.

Kuncangan dan bantingan dari kendaraan yang tak lagi muda ini, baginya memberikan sensasi menantang. Terkadang sedikit deg degan dan memacu adrenalin, tapi segera tersapu hilang dengan indahnya pemandangan alam yang mulai menghijau berpadu dengan hamparan pasir gersang di musim kemarau.

“Kalau cerita warga tadi, sekarang sudah mendingan karena pepohonan mulai tumbuh lagi. Jauh berbeda dengan saat wisata Lava Tour ini dibuka. Dimana-mana pasir yang terlihat. Kalaupun ada pepohonan hanyalah batangnya yang mengering. Ya wajah kotor dan letih. Tapi rasanya puas sekali,” kata Iwan, pengusaha sekaligus kreator Cicoin, yang nge jeep bersama koleganya di Jogja, Minggu (29/9/2019).

Keamanan

Menempuh medan yang terkadang ekstrem, pengelola wisata jeep, Agung Wibowo, memahami benar persoalan safety adalah hal terpenting. Terlebih, Lava Tour saat ini menjadi salah satu ikon wisata di DIY, khususnya di Lereng Merapi.

Hal ini juga diakuinya menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah, melalui Dinas Perhubungan.

Agung mengatakan, pemeriksaan rutin dilakukan oleh Dinas Perhubungan, menyangkut kelayakan kendaraan dan pengaman-pengamannya.

Sedangkan komunitas sendiri, saban hari juga melakukan pengecekan fisik kendaraan, sehingga setiap saat harus berangkat, kendaraan sudah dalam kondisi prima.

“Ya alhamdulillah selama ini di komunitas kami tidak ada yang mengalami musibah. Saya menekankan ke kawan-kawan pentingnya cek kendaraan setiap saat. Kami bahkan memiliki staf khusus untuk mengecek kondisi kendaraan setiap harinya,” kata Agung. (SM)



Senin, 30 Sep 2019, 08:20:00 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 136 View
Pria pun Perlu Tahu Fashion Terkini
Senin, 30 Sep 2019, 08:20:00 WIB Oleh : Redaktur 197 View
Ini Dia Paket Baru XL Axiata
Senin, 30 Sep 2019, 08:20:00 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 165 View
Revolusi Industri Jangan Hanya Ganti Baju

Tuliskan Komentar