atas1

Sebulan Proses Pengurusan, Kepala BSN Kunjungi Valmay Mie Yogyakarta

Senin, 30 Sep 2019 | 16:43:11 WIB, Dilihat 144 Kali - Oleh warjono

SHARE


Sebulan Proses Pengurusan, Kepala BSN Kunjungi Valmay Mie Yogyakarta Bambang Prasetya bersama Supriyanto dan Rendro Prasetyo, saat meninjau area produksi Valmay Mie di Demangan. (istimewa)

Baca Juga : Mahasiswa Salat Gaib di Halaman DPRD DIY


KORANBERNAS.ID—Valmay Mie, usaha makanan mie instan sehat dari Yogyakarta, selangkah lagi akan memperoleh Sertifikasi SNI. Dalam kunjungannya ke Valmay Mie di Demangan Yogyakarta, Jumat (27/9/2019) Kepala BSN, Prof Dr Bambang Prasetya, mengatakan, seluruh proses dan persyaratan sudah bisa dipenuhi oleh Valmay Mie.

“Ini sangat menarik. Saya melihat Valmay Mie ini produk yang unik. Sebuah terobosan dari pelaku UKM di Yogyakarta. Saya akan kawal proses sertifikasinya,” kata Bambang disela-sela peninjauan.

Tidak lama melakukan peninjauan, Bambang Prasetya terlihat senang dengan perubahan-perubahan yang dilakukan Valmay Mie. Perubahan dan pembenahan ini, dilakukan atas petunjuk dan saran dari Tim BSN, yang sebulan sebelumnya melakukan kunjungan ke lokasi pembuatan mie instan sehat ini.

Kepada pemilik Valmay Mie, Supriyanto, Prof Bambang berpesan agar serius mempertahankan kualitas dan cita rasanya. Hal ini, menjadi kunci keberhasilan dari industri makanan dan minuman.

“Saya sudah menerima laporan dari tim, bahwa semua persyaratan untuk sertifikasi sudah terpenuhi. Juga sudah melalui uji laboratorium di Semarang. Kriterianya juga masuk semua. Jadi tinggal menunggu hasilnya saja,” katanya.

Melihat deretan produk mie instan hasil produksi Valmay Mie. (istimewa)

Rendro Prasetyo, ST, M.Eng selaku Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Disperindag DIY, mengemukakan, pihaknya sejak awal melakukan pendampingan terhadap Valmay Mie.

Salah satu bentuk kegiatannya, adalah mendampingi IKM Mie Instan “Valmay Mie” dalam proses sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). SNI merupakan satu-satunya standar yang berlaku di Indonesia.

Sertifikasi ini, kata Rendro, sangat penting. Dengan sertifikat ini, artinya produk yang dihasilkan Valmay Mie benar-benar aman untuk dikonsumsi atau dimanfaatkan masyarakat.

Rendro menjelaskan, pendampingan ini dilakukan secara bersama-sama oleh Penyuluh Perindag Dinas Perindag DIY dan tim dari Badan Standardisasi Nasional (BSN).

“Awalnya kami mengusulkan Valmay Mie kepada BSN untuk difasilitasi sertifikasi SNI nya.

Setelah melalui proses verifikasi, akhirnya BSN menyetujui untuk melakukan proses sertifikasi SNI terhadap produk mie instan Valmay Mie. Yang menarik, BSN memfasilitasi semua biaya yang dikeluarkan untuk mendatangkan expert dari IPB drh. Novia Priyana. Juga biaya untuk pengujian produk, hingga biaya sertifikasi SNI,” kata Rendro yang juga Ketua Unit Pendampingan Langsung Industri Kecil dan Menengah (UPL-IKM).

Keterlibatan ahli dari IPB ini, menurut Rendro sangat penting, untuk memberikan pemahaman detail khususnya terkait hygiene dan keamanan pangan.

Tahapan yang harus dilalui IKM Valmay Mie selaku produsen mie instan Alamie, kata Rendro tidaklah mudah. Sehingga perlu pendampingan intensif mulai dari pembenahan layout produksi, pemahaman HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point), penyusunan SOP (Standar Operasional Procedure), penyusunan dan pengisian formulir untuk mencatat aktivitas produksi, hingga melengkapi berkas pendaftaran SNI.

“Juga dilakukan pelatihan untuk pimpinan dan staf Valmay Mie,” terang Rendro yang ikut mendampingi saat peninjauan.

Pemilik Valmay Mie AF Supriyanto mengaku senang dengan semakin dekatnya sertifikat SNI. Dirinya sudah lama menginginkan bisa mendapatkan sertifikat tersebut, sebagai bagian dari pembuktian atas keamanan produknya.

Ditemui di rumah sekaligus tempat usahanya di Demangan, Supriyanto mengaku, mie instan produksinya, sudah merambah ke berbagai pusat perbelanjaan di Jogja dan kota-kota lain di Indonesia.

“Sejauh ini permintaan terus meningkat. Juga tidak pernah ada komplain. Tapi sertifikasi kan tetap harus. Dulu saya bingung juga bagaimana mengurusnya. Selain pengurusan mandiri itu perlu waktu lama, juga biayanya besar. Tapi dengan support dinas di Kota dan Provinsi, ternyata lebih cepat dan mudah. Tentu kami sangat berterimakasih dan semoga ke depannya makin banyak lagi IKM yang bisa didampingi,” katanya. (SM)



Senin, 30 Sep 2019, 16:43:11 WIB Oleh : Sholihul Hadi 129 View
Mahasiswa Salat Gaib di Halaman DPRD DIY
Senin, 30 Sep 2019, 16:43:11 WIB Oleh : Sholihul Hadi 807 View
Mahasiswa Teriak Minta Seluruh Anggota DPRD DIY Keluar
Senin, 30 Sep 2019, 16:43:11 WIB Oleh : Sholihul Hadi 840 View
Tak Perlu Takut Gunakan Dana Desa

Tuliskan Komentar