atas1

Rahasia Kenapa Hewan Kurban di Sini Lebih Murah

Jumat, 12 Jul 2019 | 05:51:46 WIB, Dilihat 592 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Rahasia Kenapa Hewan Kurban di Sini Lebih Murah Perawatan kambing kurban di LTW Sambong Blora. (sholihulhadi/koranbernas.id)

Baca Juga : Warga Desa Ini Tak Lagi Hidup dari Hutan


KORANBERNAS.ID – Mendekati hari raya Idul Adha biasanya harga hewan kurban merangkak naik. Seekor kambing rata-rata harganya di pasaran Rp 3 juta per ekor.

Sebagai upaya memberikan kemudahan masyarakat untuk berkurban, Aksi Cepat Tanggap (ACT) melalui program Global Qurban ingin menjadikan perayaan Hari Raya Idul Adha 1440 H bermanfaat bagi banyak orang.

Cukup dengan uang Rp 1.650.000 sudah bisa berkurban seekor kambing.

Kenapa bisa lebih murah? Rahasianya karena kambing-kambing itu dikelola sendiri oleh para peternak di  Lumbung Ternak Wakaf (LTW) Desa Gadu Kecamatan Sambong Blora Jawa Tengah.

“Berat minimal kambing kurban 27 kilogram. Harganya Rp 1.650.000, kalau di pasaran bisa mencapai Rp 3 juta,” ungkap Bagus Suryanto, Kepala Cabang ACT DIY saat memimpin rombongan mitra, media dan donatur dari Yogyakarta ke Blora, Kamis (12/7/2019).

Di lokasi tersebut terdapat ribuan kambing. Nantinya, kata Bagus, sekitar 1.500 ekor siap dikirim ke Yogyakarta untuk disembelih pada hari raya kurban dan dagingnya dibagikan ke berbagai wilayah di DIY.

Budidaya rumput odot untuk pakan ternak kambing. (sholihulhadi/koranbernas.id)

Secara syariat maupun kualitas, kambing dari LTW sudah dijamin memenuhi syarat untuk kurban. Perawatannya pun dilakukan secara tersistem.

“Kita jamim dengan harga itu kambingnya bagus karena kita punya ternak wakaf,” tambahnya.

Dengan pakan khusus terdiri dari rumput odot, jagung giling, kangkung kering, katul halus, kulit kedelai dan lain-lain, dalam waktu satu bulan kambing-kambing itu naik bobotnya empat kilogram.

“Campuran pakan ini menambah kualitas daging kambing,” ungkap Wage (50), salah seorang peternak.

Rumput tersebut dicacah dengan mesin supaya mudah dicerna, kemudian dicampur dengan bahan pakan lainnya.

“Makanan kering ini mudah dicerna dan membuat kambing makannya banyak,” tambah Lasmin, peternak lainnya.

Secara rutin, sebulan tiga kali kambing-kambing itu dimandikan sehingga terjaga kebersihannya.

Rata-rata kambing kurban jenis domba dari Sambong Blora beratnya 30 kg sampai 40 kg.

Sedangkan Vice Presiden ACT, Ibnu Hajar, mengatakan keberadaan LTW Blora yang dikelola secara profesional mampu meningkatkan perekonomian di daerah itu serta menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar. (sol)



Jumat, 12 Jul 2019, 05:51:46 WIB Oleh : Sholihul Hadi 273 View
Warga Desa Ini Tak Lagi Hidup dari Hutan
Jumat, 12 Jul 2019, 05:51:46 WIB Oleh : Arie Giyarto 241 View
Kantong Belanja dari Serat Ketela Ini Mudah Didaur Ulang
Jumat, 12 Jul 2019, 05:51:46 WIB Oleh : Sholihul Hadi 303 View
ACT Luncurkan Program Global Qurban 2019

Tuliskan Komentar