atas1

Polusi Udara Jadi Darurat Global

Rabu, 10 Jul 2019 | 22:42:03 WIB, Dilihat 318 Kali - Oleh Nila Jalasutra

SHARE


Polusi Udara Jadi Darurat Global Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI melepaskan burung dari sangkar sebagai simbol semangat melestarikan lingkungan bersamaan dengan Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Rabu (10/7/2019), di Dusun Dayakan, Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman. (istimewa)

Baca Juga : Pengarusutamaan Gender di Sleman Berhasil


KORANBERNAS.ID--Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman menggelar Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Rabu (10/7/2019), di Dusun Dayakan, Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman. Tema Hari Lingkungan Hidup yang tepatnya diperingati setiap 5 Juni oleh masyarakat dunia ini adalah “Biru Langitku, Hijau Bumiku”.

Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI menuturkan bahwa tema yang diangkat pada tahun ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kita akan pentingnya udara yang bersih dari berbagai polusi. Pasalnya udara yang kurang bersih dapat berdampak buruk bagi kehidupan kita. Ia juga mengatakan World Health Organization (WHO) merilis bahwa ada sebanyak 7 orang meninggal setiap tahunnya akibat polusi udara.

“Polusi udara adalah darurat global,” ucapnya.

Sri Purnomo menjelaskan bahwa oksigen di Kabupaten Sleman masih terbilang baik dan layak. Ruang terbuka hijau di Kabupaten Sleman menurutnya juga cukup banyak sehingga kualitas udara di Kabupaten Sleman tergolong bagus. Hal tersebut kata Sri Purnomo patut disyukuri mengingat beberapa wilayah lain, khususnya di kota-kota besar, kualitas udaranya kurang layak.

“Di Sleman itu dekat dengan pedesaan, tetapi kalau mau ke kota juga dekat. Ini patut kita syukuri,"  tutur Sri Purnomo.

Dwi Anta Sudibyo selaku Kepala DLH Kabupaten Sleman membenarkan hal tersebut. Dikatakan bahwa Indeks Kualitas Udara (IKU) Kabupaten Sleman pada tahun 2018 lalu yaitu  sebesar 78,73, yang artinya dalam kondisi baik. Berbagai upaya dilakukan DLH guna meningkatkan kualitas udara di Kabupaten Sleman.

Beberapa diantaranya menurut Dwi ialah dengan Uji Petik Emisi  kendaraan roda empat pada tanggal 9-10 April lalu. Dwi juga menuturkan pihaknya menyediakan tanaman sebanyak 13.000 batang pohon siap tanam.

“Sleman juga mempunyai 883,494 ha Ruang Terbuka Hijau (RTH) dari luas perkotaan 2.940,2 ha, artinya RTH kita adalah 30,05%. Itu sudah sedikit diatas yang direkomendasikan yaitu 30%,” jelasnya.

Pada acara tersebut juga diserahkan sejumlah penghargaan berbagai macam perlombaan yang diadakan DLH Sleman dalam rangkan Hari Lingkungan Hidup 2019. Bupati Sri Purnomo juga berkesempatan meninjau peternakan sapi milik warga setempat yang kotorannya telah dimanfaatkan sebagai biogas.
Selanjutnya meninjau Tempat Pengelolaan Sampah Reduce Reuse Recycle(TPS 3R) KSM Brama Muda yang tak jauh dari peternakan sapi. (yve)



Rabu, 10 Jul 2019, 22:42:03 WIB Oleh : Nila Jalasutra 502 View
Pengarusutamaan Gender di Sleman Berhasil
Rabu, 10 Jul 2019, 22:42:03 WIB Oleh : Nanang WH 453 View
Kenali Bencana, Tujuh Kabupaten Ekspedisi
Rabu, 10 Jul 2019, 22:42:03 WIB Oleh : Redaktur 1037 View
Satgas Teritorial Berangkat ke Maluku

Tuliskan Komentar