atas1

Peserta FKY Tak Lagi Takut Tidak Bisa Jualan

Selasa, 09 Jul 2019 | 21:57:02 WIB, Dilihat 167 Kali - Oleh Surya Mega

SHARE


Peserta FKY Tak Lagi Takut Tidak Bisa Jualan Transaksi di outlet JNE saat penyelenggaraan FKY. (istimewa)

Baca Juga : Belajar dari Film Melati Karya Anak-anak Banyumas


KORANBERNAS.ID—Peserta Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY), tidak perlu lagi merasa takut tidak bisa berjualan secara online, lantaran sedang berpameran. Bahkan, selama mengikuti pameran di FKY, mereka mendapat kemudahan berupa diskon 15 persen untuk mengirimkan produk yang dipesan oleh buyer.

Sebagaimana diketahui, FKY tahun ini berlangsung 4-21 Juli 2019 dengan tema “Mulanira”, yang berarti ruang ragam interaksi. Perhelatan berpusat di Desa Budaya Panggungharjo, Sewon, Bantul.

Dalam event ini, perusahaan jasa pengiriman barang JNE, dengan memberikan sejumlah fasilitas.

Adi Subagyo, Branch Manager JNE Yogyakarta menyampaikan, pihaknya ikut meramaikan FKY, dengan memberikan kontribusi berupa diskon khusus dan mendirikan booth di lokasi acara.

“Tujuannya, memberikan fasilitas bagi para peserta pameran agar dapat terus mengirimkan paket meskipun mengikuti pagelaran ini, sehingga bisnis online-nya tetap terus berjalan,” kata Agus daam rilisnya, Selasa (9/7/2019).

Oleh karena itu, di FKY booth JNE melayani pengiriman mulai pukul 15.00-22.00 WIB. Bahkan, cukup dengan menunjukkan ID Card Peserta FKY maka tiap pengiriman akan mendapatkan diskon 15% untuk service Reguler serta Yes (Yakin Esok Sampai) tanpa minimal transaksi.

Selain itu, petugas yang bertugas di booth JNE juga akan membantu pengunjung untuk mendaftar menjadi member JLC (JNE Loyalty Card).

JLC merupakan program keanggotaan bagi pelanggan JNE yang memberikan berbagai benefit melalui pengumpulan poin dari tiap transaksi pengiriman yang dapat ditukar dengan beragam hadiah berupa barang mau pun pengalaman menarik.

“Event ini adalah agenda pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta yang sudah seharusnya kami turut memeriahkan dan mendukungnya. Kami tak ingin melewatkan event yang menjadi agenda wajib wong Jogja ini dengan memberikan kemudahan bagi para peserta pasar seni yang rata-rata juga online seller,” ujar Ayah dua anak ini.

Bukan hanya di Jogja, JNE Solo juga memberikan program khusus. Yakni berupa penyesuaian tarif untuk semua pelanggan.

Terhitung mulai 1 Juli 2019 JNE Solo memberlakukan single tarif, yang berarti ditetapkannya satu harga untuk pengiriman di dalam satu wilayah.

Kebijakan single tarif ini berlaku untuk pengiriman paket dari dan ke tujuh Kota Kabupaten di wilayah cakupan JNE Solo, yaitu Solo, Klaten, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, serta Sragen.

Ongkos kirim service Reguler dari dan ke tujuh kota tersebut yang awalnya Rp 8.000. Tapi sekarang disesuaikan menjadi Rp 6.000. Sedangkan, ongkos kirim service YES yang semula Rp 14.000-Rp.18.000, kini menjadi Rp12.000.

Bambang Widiatmoko, Branch Manager JNE Solo menyampaikan bahwa keputusan pemberlakuan single tarif ini karena melihat kuantitas pengiriman di dalam wilayah Solo dan sekitarnya cukup tinggi.

Hal ini membuat pihaknya mengadakan evaluasi kembali mengenai kebijakan penentuan tarif agar kebutuhan para pelanggan dapat terakomodir semakin baik.

“Tingginya kuantitas pengiriman ini membuat kami mengevaluasi kebijakan tarif sehingga ongkos kirim bisa lebih terjangkau lagi untuk para pelanggan,” ujar penghobi otomotif ini. (SM)



Selasa, 09 Jul 2019, 21:57:02 WIB Oleh : Redaktur 299 View
Belajar dari Film Melati Karya Anak-anak Banyumas
Selasa, 09 Jul 2019, 21:57:02 WIB Oleh : Masal Gurusinga 434 View
Pedagang di Pasar Jatinom Pilih Mengosongkan Kiosnya
Selasa, 09 Jul 2019, 21:57:02 WIB Oleh : Masal Gurusinga 579 View
Empat Jam yang Sia-Sia Bagi Calon Siswa

Tuliskan Komentar