atas

Peserta Belajar Baca Quran Ini Rambutnya Sudah Memutih

Rabu, 15 Mei 2019 | 21:37:46 WIB, Dilihat 129 Kali - Oleh Arie Giyarto

SHARE


Peserta Belajar Baca Quran Ini Rambutnya Sudah Memutih Ustad Muhammad Kamaluddin SAg membimbing peserta kelompok lanjutan. (arie giyarto/koranbernas.id)

Baca Juga : Tanpa Residu Kimia, Pupuk Ini Ampuh Suburkan Tanaman Padi


KORANBERNAS.ID – Belajar baca-tulis Al Quran kini digalakkan di mana-mana. Tidak ada kata terlambat. Anak-anak hingga lanjut usia (lansia) bersemangat mengawalinya dengan Iqra'.

"Saya mengapresiasi semangat Bapak Ibu mau belajar membaca Al Quran. Hanya saja harus maklum, karena faktor usia memori lansia sudah timbul tenggelam," kata Muhammad Kamaluddin SAg, Selasa (14/5-2019).

Pengajar baca-tulis Al Quran pada kegiatan yang diadakan Forum Wartawan Muslim Yogyakarta (FWMY) di Gedung PWI Cabang Yogyakarta itu saat ditemui koranbernas.id mengaku meski kegiatan tersebut terbuka untuk umum tetapi hampir semua pesertanya lansia.

Muhammad Kamaluddin yang juga pengajar TPA maupun privat les itu mengatakan, anak-anak memorinya masih begitu tajam tetapi mereka harus dibuat happy dan fun dulu.

Artinya, lansia dan anak berbeda metodenya. "Kami menerapkan metoda An Nur, sistem dua jam bisa membaca Al Quran," ungkapnya.

Sejak menjalin kerja sama dengan FWMY beberapa tahun lalu dia menerapkan metode yang lahir di Jombang dan sekarang menyebar ke hampir semua kota di Indonesia.

Kelompok pemula belajar baca-tulis Al Quran yang diadakan FWMY di Gedung PWI Cabang Yogyakarta, dibimbing Ustadah Siti Fatimah. (arie giyarto/koranbernas.id)

Rambut memutih

Peserta belajar membaca Al Quran gratis untuk umum angkatan Ramadan 1440 H ini diikuti  27 orang. Dibagi 17 orang kelompok lanjutan dan 10 kelompok pemula yang ditangani Ustadah Siti Fatimah.

Pelatihan berlangsung lima hari sejak Senin sampai Jumat (13-17/5/2019). Hampir semua pesertanya lansia termasuk beberapa pensiunan PNS maupun berbagai latar belakang profesi lainnya.

"Usianya sudah ada yang 72 tahun," kata Kamaluddin. Beberapa di antaranya rambutnya sudah memutih tetapi semangatnya belajar luar biasa.

Hanya lima hari ini apa yang bisa diperoleh  peserta? Memang targetnya bukan bisa membaca berapa surah  tetapi usaha ini harus dilanjutkan sendiri di lingkungannya.

“Metode An Nur merupakan dasar bagi peserta untuk mengembangkannya lebih lanjut,” ujarnya.

Pelatihan membaca Al Quran ini digelar FWMY sebagai salah satu upaya membantu masyarakat yang membutuhkan namun tidak menemukan wadahnya.

Dengan belajar bersama rekan sebaya sesama lansia mereka termotivasi untuk terus maju dan terhindar dari rasa malu. (sol)



Rabu, 15 Mei 2019, 21:37:46 WIB Oleh : Redaktur 391 View
Tanpa Residu Kimia, Pupuk Ini Ampuh Suburkan Tanaman Padi
Selasa, 14 Mei 2019, 21:37:46 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 127 View
Masjid Ini Sediakan Layanan Cuci Motor Gratis
Selasa, 14 Mei 2019, 21:37:46 WIB Oleh : B Maharani 102 View
UMKM Pacu Pertumbuhan Ekonomi Wilayah

Tuliskan Komentar