atas1

Pasar Sambilegi Aman dari Bahan Berbahaya

Minggu, 10 Feb 2019 | 17:32:12 WIB, Dilihat 615 Kali - Oleh Nila Jalasutra

SHARE


Pasar Sambilegi Aman dari Bahan Berbahaya Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI menerima penghargaan dari Kepala BPOM RI Dr Ir Penny K Lukito MCP, Minggu (10/2/2019). (istimewa)

Baca Juga : Laskar Banaspati Ingin Tampil Simpatik


KORANBERNAS.ID -- Kabupaten Sleman menjadi satu-satunya penerima penghargaan kategori pemerintah daerah sub kategori Pasar Aman dari Bahan Berbahaya.

Pasar Sambilegi Maguwoharjo Sleman adalah pasar yang mendapatkan penilaian dan memperoleh penghargaan dari BPOM RI.

Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI menerima penghargaan tersebut yang diserahkan Kepala BPOM RI Dr Ir Penny K Lukito MCP, Minggu (10/2/2019) di Jakarta.

“Penghargaan ini merupakan awal dari perjuangan Pemkab Sleman menjadikan pasar yang benar-benar aman dari bahan-bahan berbahaya,” ujarnya.

Sri Purnomo mengibaratkan apa yang telah dilaksanakan ini adalah bentuk tindakan preventif, artinya lebih baik mencegah daripada mengobati, agar konsumen tidak mengkonsumsi bahan-bahan berbahaya.

Kepala Dinas Perindustian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Dra Tri Endah Yitnani MSi, saat mendampingi penerimaan hadiah menyatakan Pemerintah Kabupaten Sleman memulai pengawasan penyalahgunaan bahan berbahaya dalam pangan dirintis sejak tahun 2011 bekerja sama dengan BPOM DIY.

Selanjutnya Bupati Sleman menerbitkan SK tentang tim pengawas terpadu penyalahgunaan bahan berbahaya dalam pangan sejak tahun 2013 dengan melibatkan listas SKPD seperto Dinas Kesehatan, Dinas Perindagkop, Dinas Pasar, Satpol PP, Setda.

Hal ini menandakan komitmen kepala daerah terhadap permasalahan bahan berbahaya untuk pangan sangat tinggi.

Program pasar aman dari bahan berbahaya bekerja sama dengan BPOM dimulai pada 2013 dengan intervensi masing-masing satu pasar di setiap kabupaten/kota, salah satunya Pasar Sambilegi.

Pasar Sambilegi merupakan pasar yang berada di Desa Maguwoharjo Kecamatan Depok Sleman, dengan luas area 4.602 m2 terletak di pinggir jalan penghubung Yogyakarta dan wilayah Jawa tengah seperti Klaten dan Solo.

Berdasarkan jenis barang yang dijual, pasar Sambilegi termasuk pasar kelas B yaitu menjual aneka kebutuhan masyarakat mulai dari sayur, buah, daging ikan ayam, makanan atau jajanan matang, bumbu serta barang non konsumsi seperti peralatan dapur, pakaian dan kebutuhan rumah tangga lainya.

Jumlah pedagang sebanyak 348 orang yang menempati 44 kios dan 304 los pasar. Paguyuban pedagang pasar ikut membantu BPOM melakukan sampling, pengujian serta pembinaan kepada pedagang yang produk pangannya tidak memenuhi syarat.

Petugas pasar juga sudah mendapatkan pelatihan kegiatan yang sama. Pasar Sambilegi dilengkapi bangunan pasar permanen yang terpelihara.

Tidak terlihat genangan air dan terdapat lorong yang cukup untuk pengunjung. Pasar ini juga memiliki ventilasi dan pencahayaan yang baik. Setiap los dilengkapi fasilitas yang layak dan tertata dengan baik.

Suplai air berasal dari air sumur kondisi bersih dan layak dipakai. Tempat sampah di bagian luar khusus digunakan untuk tempat pembuangan akhir oleh pedagang pasar. Setiap hari dilakukan pengambilan sampah akhir sehingga tidak bau dan berserakan.

Peralatan yang digunakan untuk menjual makanan terbuat dari bahan yang kuat, tidak berkarat dan dijaga kebersihannya, tidak ada tempat penjualan unggas hidup.

Perilaku pedagang telah menerapkan hidup bersih dan sehat. Tidak ada yang merokok atau meludah di sembarang tempat, serta menjaga kebersihan tubuh secara umum. (sol)



Minggu, 10 Feb 2019, 17:32:12 WIB Oleh : Sari Wijaya 1507 View
Laskar Banaspati Ingin Tampil Simpatik
Minggu, 10 Feb 2019, 17:32:12 WIB Oleh : Sholihul Hadi 519 View
Warga Jogja Harus Bijak Bermedsos
Sabtu, 09 Feb 2019, 17:32:12 WIB Oleh : Sari Wijaya 1023 View
Hasil Penelitian Siswa SMAN 2 Bantul Dipamerkan

Tuliskan Komentar