atas1

PAN DIY Ingatkan Caleg Terpilih Tak Lakukan Perselingkuhan Politik

Sabtu, 20 Jul 2019 | 15:59:30 WIB, Dilihat 310 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


PAN DIY Ingatkan Caleg Terpilih Tak Lakukan Perselingkuhan Politik Imam Sujangi menyambut peserta Pembekalan Caleg Terpilih DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota se-DIY dari PAN. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : Magna Land Hadirkan Townhouse Dalam Kota


KORANBERNAS.ID – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW) DIY membekali para caleg terpilih hasil pemilu 17 April 2019. Kegiatan itu dimaksudkan agar mereka kelak tidak melakukan perselingkuhan politik.

“Saya tidak bisa membayangkan apabila terjadi perselingkuhan antara eksekutif dan legislatif?” ungkap Imam Sujangi, ketua panitia kegiatan tersebut.

Sudah pasti, lanjut dia, apabila terjadi hal seperti itu kekuasaan akan cenderung korup. Rakyat yang menjadi korban. Uang rakyat yang dihasilkan dari kekayaan alam negeri ini dikorupsi.

“Logikanya, eksekutif sebagai pelaksana undang-undang dan peraturan harus terus dikontrol oleh legislatif,” kata dia.

Pembekalan Caleg Terpilih DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota se-DIY dari Partai Amanat Nasional (PAN) Periode 2019-2024 kali ini berlangsung Sabtu dan Minggu (20-21/7/2019), di The Rich Jogja Hotel. Temanya Menjadi Wakil Rakyat yang Amanah, Kompeten dan Berintegrasi.

Adapun narasumber Dr Mohammad Nasih, H Drajad Wibowo SE, Suharwanto ST, Nazaruddin SH, Prof Dr Djohermansyah Djohan MA dan Kus Sri Antoro.

Materi pembekalan antara lain meliputi platform, visi dan misi serta sejarah perjuangan PAN, Kode Etik Dewan, pemahaman terhadap Keistimewaan DIY, implementasi UUK DIY serta otonomi daerah.

Menurut Imam Sujangi, para peserta pembekalan perlu bersyukur karena terpilih sebagai wakil dari PAN. Total ada 36 peserta, sepuluh orang di antaranya merupakan pendatang baru.

Alhamdulillah calon legislatif yang baru datangnya rajin. Ini harus dipertahankan supaya tidak ketularan yang petahana. Kita punya tradisi (terlambat datang) yang perlu kita koreksi sama-sama,” ujarnya berkelakar.

Menurut Imam, sebagai pilar utama demokrasi partai politik memiliki tanggung jawab moral dan politik.

Dia menyebut anggota dewan merupakan ujung tombak implementasi demokrasi.

Meski di dalam demokrasi Pancasila tidak dikenal oposisi tapi faktanya lembaga legislatif adalah oposisi yang tugasnya melakukan kontrol terhadap kinerja eksekutif.

Lebih jauh, mantan anggota DPRD DIY ini mengatakan dirinya tidak akan mengajari para caleg petahana karena ibarat mengajari bebek berenang. Bagi DPW PAN DIY, pembekalan  ini semata-mata untuk me-refresh visi dan misi partai.

Dia ingin anggota legislatif dari PAN bukan caleg kaleng-kalengan. Dia juga prihatin masih ada rekannya setelah duduk di legislatif larut terbawa agenda kedewanan, yang tercampur dengan ideologi yang berbeda-beda dari banyak partai.

“Nilai-nilai PAN suka tidak suka harus terus kita gaungkan. Kita inventarisasi kembali apa value anggota legislatif dari PAN. Kita harus menegakkan nilai PAN yang paling pokok adalah nilai demokrasi,” paparnya.

Dia mengakui, pelaksanaan undang-undang untuk konteks DIY memang tidak mudah.

“Kita tidak mudah menjalankan undang-undang, artinya penuh perjuangan karena eksekutif selalu mencari celah menyiasati aturan yang sudah dibuat oleh legislatif. Saya garis bawahi kegiatan ini bukan bimtek (bimbingan teknis). Jangan disamakan,” tegas Imam.

Dirinya yakin tidak ada seorang anggota dewan pun yang membawa kursinya sendiri. Kursi DPRD yang diperolehnya itu sebenarnya kursi partai meskipun caleg memberikan kontribusi besar. “Itu berkah panjenengan,” kata dia.

Menurut dia, jika ada anggota dewan dari PAN tercoreng namanya maka yang pertama kali dilihat publik dan terkena imbasnya adalah partai.

Karena itu DPW PAN DIY berkomitmen menghadirkan anggota legislatif yang memiliki nilai-nilai PAN.

“Di smartphone saja ada upgrade. Bagi petahana manfaatkan kesempatan ini untuk me-refresh nilai-nilai PAN. Persoalan di DIY ini tidak mudah termasuk kaitannya dengan harmonisasi UUK,” kata Imam.

Fakta di lapangan, banyak peraturan gubernur (pergub) yang di tingkat desa harus dicermati secara kritis oleh anggota dewan dari PAN, supaya tidak ada cara-cara memperluas keistimewaan yang menyimpang dari UUK (Undang-undang Keistimewaan) DIY.

Imam Sujangi ingin legislatif bersuara ke publik dan berharap hubungan parpol dan legislatif ada sinergi.

Hadir pula dalam kesempatan itu Ketua DPW PAN DIY Nazaruddin serta Wakil Ketua Umum DPP PAN Ahmad Hanafi Rais. (sol)



Sabtu, 20 Jul 2019, 15:59:30 WIB Oleh : W Asmani 322 View
Magna Land Hadirkan Townhouse Dalam Kota
Jumat, 19 Jul 2019, 15:59:30 WIB Oleh : Nila Jalasutra 548 View
Ajaib, Batu Putih Ubah Sampah Jadi Pupuk Organik
Jumat, 19 Jul 2019, 15:59:30 WIB Oleh : Nila Jalasutra 328 View
Tour De Merapi 2019 Angkat Wisata Embung

Tuliskan Komentar