atas1

Meski di Pelosok Warung Ini Sediakan Wifi Berkecepatan Tinggi

Rabu, 24 Apr 2019 | 16:58:53 WIB, Dilihat 761 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


Meski di Pelosok Warung Ini Sediakan Wifi Berkecepatan Tinggi Pemilik warung mitra Net1 Utomo berbincang dengan CEO Net1 Indonesia Larry ridwan, saat acara gathering, Selasa (23/4/2019). (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)

Baca Juga : Siswa SD Rela Masuk Malam Demi Ujian


KORANBERNAS.ID -- Girangnya lelaki berusia 60 tahun ini saat menerima sebuah telepon seluler baru. Bagaimana tidak, usaha berjualan sayur-mayur serta kebutuhan sehari-hari andalannya kini sedikit berkurang dikarenakan telepon seluler miliknya jatuh dan rusak beberapa waktu silam.

Telepon seluler (handphone-red) diberikan langsung oleh CEO Net1 Indonesia Larry Ridwan selepas mendengarkan cerita pasangan Utomo dan Tumi di Balai Desa Tlogoharjo Kecamatan Giritronto Wonogiri, Jawa Tengah, Selasa (23/4/2019) siang.

Kini, selain berjualan sayur dan kebutuhan sehari-hari bapak empat putra ini berani membuka lapak kecilnya hingga malam hari.

Bukan tanpa alasan, warung yang tepat berseberangan dengan Balai Desa  Tlogoharjo di ruas lintas selatan jalan antara Yogyakarta-Pacitan kini digandrungi pemuda setempat menjadi tempat nongkrong.

Empat bulan sejak Net1 Indonesia menjadikan warung sederhana Utomo sebagi salah satu mitra, akses internet berkecepatan tinggi, Long-Term Evolution (LTE) bisa diakses di warung Utomo ini.

Sebelumnya Tlogoharjo adalah daerah tanpa sinyal, jangankan internet, sinyal GSM (Global System for Mobile Communication) yang digunakan untuk panggilan telepon atau berkirim pesan teks pun tidak mencakup daerah ini.

Utomo mengakui, warga harus berkendara setidaknya 2 kilometer untuk mendapatkan sinyal GSM di perangkat telepon seluler mereka. "Itu pun sinyalnya putus-putus, dan hanya kartu ini saja yang ada sinyal," terang Utomo sambil menyebut salah satu operator milik pemerintah.

Jadi apabila kirim SMS harus sampai selesai urusannya baru pulang. “Kalau belum dijawab sudah pulang, nanti balesannya gak bisa diterima soale di rumah gak ada sinyal," tambah Utomo.

Saat ini Utomo memiliki 10 hingga 15 orang pelanggan dalam setiap malam. Dia menutup warungnya lebih larut. Jualan kopi, aneka makanan dan mi instan dia tambahkan dalam menu lapaknya kini.

Sedangkan pagi hingga sore tetap menyediakan sayur segar dan aneka kebutuhan sehari-hari. Omzet penjualan pun meningkat cukup signifikan sejak ada akses wifi di warung Utomo ini.

"Gayeng, Mas, sekarang anak-anak banyak main HP di sini, pake wifi yang disediakan net1, di balai desa seberang jalan juga ada wifi, tapi sinyale kalah sama punya saya," paparnya.

Akses internet berkecepatan tinggi yang dimiliki Net1 Indonesia memang menyasar daerah-daerah hilang sinyal (blind spot) seperti Desa Tlogoharjo.

"Masih ada ribuan daerah seperti Tlogoharjo yang tidak tercakupi sinyal, net1 sudah menjangkau 28.000 desa di seluruh Indonesia, itu saja baru sekitar 40 persen dari target kami," ungkap Larry Ridwan CEO Net1 Indonesia saat acara gathering dengan mitra Net1 Indonesia di Desa Tlogoharjo Kecamatan Giritronto Wonogiri Jawa Tengah.

Warung Utomo Mitra Net1. Di sini tersedia aneka kebutuhan sehari-hari dan akses internet wifi berkecepatan tinggi. (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)

Net1 memiliki frekuesi yang unik, berbeda dengan seluruh operator di Indonesia. Sebagai satu-satunya layanan telekomunikasi yang mengandalkan frekuensi 450MHz dengan teknologi 4G LTE (Long Term Evolution), Net1 Indonesia sangat cocok untuk menyediakan jaringan yang dibutuhkan negara kepulauan seperti Indonesia.

Satu tower BTS (Base Transceiver Station) dengan frekuensi 450MHz bisa menjangkau lebih dari 100 kilometer. Ini sangat berbeda dengan operator yang rata-rata memiliki frekuensi 800MHz ke atas yang harus 1-2 kilometer jarak antar BTS-nya.

Menurut Larry, perilaku berinternet orang desa dan kota tidak jauh berbeda, penggunaan sosial media, streaming konten video sama masifnya.

hanya penggunaan internet untuk e-commerce saja yang berbeda, kurir penjualan tidak mungkin menjangkau daerah-daerah terpencil karena perhitungan biaya yang tinggi.

"Dengan tersedianya akses internet di pelosok-pelosok sangat memungkinkan masyarakat bisa menghadirkan langsung pembeli untuk hasil pertanian atau kerajinan datang ke desa mereka, dengan demikian bisa memotong biaya tengkulak yang cukup tinggi," jelasnya.

Net1 Indonesia merupakan nama merek dagang layanan telekomunikasi dari PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI).

Sejak September 2016, STI berhasil mengantongi izin untuk menggelar jaringan 4G LTE di frekuensi 450MHz secara nasional setelah menjalani proses Uji Laik Operasi.

STI hadir dengan komitmen untuk mewujudkan pemerataan akses internet berkualitas hingga ke pelosok melalui layanan Net1 Indonesia.

Jangkauan sinyal 4G LTE 450MHz Net1 Indonesia dapat mencapai lebih dari 100 km dan sangat cocok untuk lokasi yang memiliki wilayah luas dan penduduk yang tersebar secara geografis.

Pemilihan teknologi ini disesuaikan dengan fokus Net1 Indonesia, yaitu membawa layanan 4G LTE ke daerah perdesaan dan sub-urban.

Dengan teknologi mutakhir ini, Net1 Indonesia optimistis mampu menyediakan akses jaringan 4G LTE 450MHz untuk 260 juta penduduk Indonesia yang tersebar di lebih dari 14.000 pulau. (sol)



Rabu, 24 Apr 2019, 16:58:53 WIB Oleh : Sari Wijaya 442 View
Siswa SD Rela Masuk Malam Demi Ujian
Selasa, 23 Apr 2019, 16:58:53 WIB Oleh : Sari Wijaya 483 View
Ketua KPPS di Bantul Meninggal Diduga Kelelahan
Selasa, 23 Apr 2019, 16:58:53 WIB Oleh : Sari Wijaya 385 View
Bendahara Terpatuh Bayar Pajak Diberi Penghargaan

Tuliskan Komentar