atas1

Menciptakan Generasi Emas 2045 Tidak Mudah

Jumat, 12 Jul 2019 | 08:31:05 WIB, Dilihat 336 Kali - Oleh Sari Wijaya

SHARE


Menciptakan Generasi Emas 2045 Tidak Mudah Seminar Nasional “Inovasi Pendidikan Berkarakter Menciptakan Generasi Emas 2045” di Kampus 2 UMBY, Gejayan. (istimewa)

Baca Juga : Rahasia Kenapa Hewan Kurban di Sini Lebih Murah


KORANBERNAS.ID--Badan Eksekutif mahasiswa (BEM) FKIP Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar seminar nasional “Inovasi Pendidikan Berkarakter Menciptakan Generasi Emas 2045” di kampus 2 UMBY, Gejayan.

Seminar dibuka Wakil Dekan FKIP, Agustinus Hary Setiawan, S.Pd, MA dengan menghadirkan narasumber pakar pendidikan Dr. Suharno,

S.Pd.,S.Pd.T.,M.Pd staf pengajar UMBY dan Prof. Dr. Anik Ghufron, M.Pd, guru besar Universitas Negeri Yogyakarta.

Seminar diikuti oleh 80 peserta baik dari kalangan pendidik (guru) dan mahasiswa serta pemerhati pendidikan.

Humas UMBY, Widarta MM dalam rilis yang diterima redaksi koranbernas.id, Kamis (11/7/2019) sore mengatakan seminar ini didasari pemikiran bahwa globalisasi memberikan dampak yang signifikan terhadap perubahan berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat.

Hadirnya globalisasi di tengah-tengah masyarakat di ikuti pula dengan perkembangan arus budaya asing yang semakin pesat. Hal ini menjadikan masyarakat semakin majemuk dalam budayanya.

Dengan semakin banyaknya budaya yang masuk, akan memberikan dampak yang negatif maupun positif.

“Terlebih lagi terhadap generasi muda, perlunya menanamkan pendidikan berkarakter sebagai sarana penyaring dampak masuknya budaya asing. Maka inilah menjadi dasar digelarnya seminar,” katanya.

Dr. Suharno, S.Pd., ,M.Pd., dalam uraiannya mengatakan bahwa pendidikan merupakan hak setiap orang di dunia. Pendidikan sendiri adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya, untuk memilih kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan kecerdasan.

Sedangkan pembelajaran sendiri adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada pada lingkungan belajar (UU No 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas.

“Maka dari itu untuk mendukung ketrampilan yang dibutuhkan siswa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu kualitas karakter siswa adaptasi dengan lingkungan dinamis,literasi dasar penerapan keterampilan sehari-hari serta kompetensi memecahkan masalah,” tutur Dr Suharno yang sehari-hari juga merupakan staf pengajar FIKP UMBY.

Prof. Dr. Anik Ghufron, M.Pd, menegaskan bahwa secara rasional di era mendatang SDM unggul merupakan cita-cita generasi emas 2045 yang bercirikan sebagai manusia yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif.

“Akan tetapi bagaimana dengan kualitas SDM Indonesia sendiri?. Dalam berbagai hasil studi SDM Indonesia masih tertinggal jika dibandingkan dengan SDM negara lain. Untuk mewujudkan SDM tersebut perlu dikondisikan aktifitas inovasi yang berkarakter,”katanya.

Tiga syarat sebagai bangsa maju adalah sebagai berikut kemandirian bangsa, daya saing bangsa serta membangun peradaban yang unggul dan mulia. (SM)



Jumat, 12 Jul 2019, 08:31:05 WIB Oleh : Sholihul Hadi 593 View
Rahasia Kenapa Hewan Kurban di Sini Lebih Murah
Jumat, 12 Jul 2019, 08:31:05 WIB Oleh : Sholihul Hadi 274 View
Warga Desa Ini Tak Lagi Hidup dari Hutan
Jumat, 12 Jul 2019, 08:31:05 WIB Oleh : Arie Giyarto 243 View
Kantong Belanja dari Serat Ketela Ini Mudah Didaur Ulang

Tuliskan Komentar