atas

Koordinasikan P4GN agar Tak Tumpang Tindih

Jumat, 08 Feb 2019 | 15:43:38 WIB, Dilihat 196 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Koordinasikan P4GN agar Tak Tumpang Tindih Jajaran BNN Kota Yogyakarta dipimpin AKBP Khamdani S Sos saat audiensi ke Bappeda Kota Yogyakarta. (istimewa)

Baca Juga : Jelang Pemilu Saatnya Gelorakan Bhinneka Tunggal Ika


KORANBERNAS.ID – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Yogyakarta AKBP Khamdani S Sos, Kamis (7/2/2019), mengadakan audiensi dengan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta, Edi Muhammad.

Pada pertemuan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Bappeda Kota Yogyakarta kali ini, AKBP Khamdani S Sos didampingi  jajaran dan stafnya.

Mereka adalah Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Susilo Budi Santoso SH MH, Kasi Pemberantasan Kompol Sahrur, Kasi Rehabilitasi Ari SS Farm Apt, Staf Seksi P2M Lukluk Sihjati SIP serta Staf Seksi P2M Rahmawati Eka W SH.

Kepala BNN Kota Yogyakarta AKBP Khamdani S Sos menjelaskan, dari audiensi itu diperoleh beberapa poin penting.

Pertama, permohonan bantuan ke Bappeda supaya memuluskan langkah BNN Kota Yogyakarta mengakses lahan atau bangunan aset Pemerintah Kota Yogyakarta untuk dijadikan sebagai Kantor BNN Kota Yogyakarta.

Kedua, terkait dengan penerapan Inpres No 6 Tahun 2018. Ketiga, permohonan bantuan mediasi pertemuan antara BNN Kota Yogyakarta dan Walikota Yogyakarta.

Keempat, BNN Kota Yogyakarta berharap adanya optimalisasi kegiatan P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) di wilayah Pemerintah Kota Yogyakarta.

Pada audiensi itu juga diperoleh gambaran mengenai beberapa kegiatan P4GN yang akan dilakukan Pemerintah Kota Yogyakarta di tahun 2019.

“Kegiatan tersebut diharapkan mampu berjalan secara sinergis tanpa ada tumpang tindih sehingga harus dikoordinasikan,” ungkap Khamdani.

Melalui kegiatan ini diharapkan ke depan tercipta harmonisasi dan sinergitas kegiatan P4GN antara BNN Kota Yogyakarta dengan Bappeda Kota Yogyakarta.

Pada pertemuan itu sekaligus dibahas posisi Yogyakarta dalam konteks penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Berdasarkan survai BNN RI bekerja sama dengan Puslitkes UI pada tahun 2016, tingkat coba pakai di kalangan mahasiswa dan pelajar Yogayakarta menempati posisi tertinggi secara nasional.

“Kondisi tersebut mengharuskan komitmen kuat seluruh komponen untuk menciptakan Jogja Istimewa Resik Narkoba,” tegas Khamdani. (sol)



Jumat, 08 Feb 2019, 15:43:38 WIB Oleh : Sholihul Hadi 139 View
Jelang Pemilu Saatnya Gelorakan Bhinneka Tunggal Ika
Jumat, 08 Feb 2019, 15:43:38 WIB Oleh : Arie Giyarto 162 View
Saat Ibu-ibu Kolaborasikan Kulintang dan Angklung
Kamis, 07 Feb 2019, 15:43:38 WIB Oleh : Sholihul Hadi 265 View
Widyaiswara Profesi yang Menarik

Tuliskan Komentar