atas1

Ini Cara Tenaga Kesehatan Indonesia Bisa Bersaing

Senin, 17 Jun 2019 | 23:35:27 WIB, Dilihat 307 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


Ini Cara Tenaga Kesehatan Indonesia Bisa Bersaing Ketua Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), Bambang Supriyatno secara simbolis membuka rapat koordinasi nasional KKI yang berlangsung dari di Sahid Jaya Hotel, Babarsari, Yogyakarta, Senin (17/6/2019). (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)

Baca Juga : Ratusan Warga Saksikan Rekonstruksi Penganiayaan Berat


KORANBERNAS.ID -- Meski pemerintah masih menggodok regulasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) kesehatan, isu tenaga kesehatan asing yang akan bekerja di Indonesia santer dibicarakan dan mengundang pro dan kontra. Padahal pemerintah sebenarnya sedang berupaya mendekatkan fasilitas kesehatan bertaraf internasional kepada masyarakat Indonesia.

Dalam rapat koordinasi nasional Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) yang dilaksanakan di Sahid Jaya Hotel, Babarsari, Yogyakarta, Senin (17/6/2019), Ketua Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), Bambang Supriyatno menyinggung bahwa saat ini terjadi pertukaran tenaga kesehatan diantara negara-negara ASEAN, baik dari Indonesia ke negara-negara lain maupun sebaliknya.

"Yang mengatur Indonesia ke luar atau dari luar ke dalam yaitu ada dua institusi, yaitu kementerian kesehatan dan konsil kedokteran Indonesia. Karenanya saat ini sedang digodok aturan mainnya, bagaimana nanti proses itu bisa sama-sama menguntungkan," paparnya.

Bambang menambahkan, sebenarnya hingga saat ini izin untuk bekerja bagi tenaga kesehatan asing belum ada. Regulasi yang dikeluarkan pemerintah sebatas izin belajar atau izin alih teknologi oleh ahli teknologi. Mereka didatangkan dari luar negeri untuk  belajar atau memberi pelajaran tentang teknologi yang diterapkan di negara masing-masing

Untuk itulah instansi dan sekolah kedokteran didorong melakukan revisi untuk standar-standar mutu ilmu Kedokteran. Hal ini harus dilakukan supaya tenaga kesehatan asal Indonesia tidak kalah bersaing dengan tenaga kesehatan yang berasal dari luar. 

"Kompetensi yang tinggi dan harus mampu bersaing itu berlaku untuk seluruh fakultas kedokteran yang ada di indonesia. semua harus memenuhi standar yang setara dan sama agar mampu bersaing dengan negara asing," ungkapnya.

Rakornas KKI yang bertemakan "Pemantapan Kemitraan dalam Pengawalan Mutu Praktik Kedokteran sebagai Upaya Perlindungan Masyarakat" kali ini juga menjadi salah satu upaya terciptanya koordinasi dan sinergi antar pemangku kepentingan. Hal ini terkait praktik profesi dokter dan dokter gigi sesuai dengan lingkup tugas masing-masing, khususnya terkait kualiflkasi tambahan dan shared competency.

Seiring dengan berjalannya waktuKKI yang kini berusia 14 tahun tentu telah menjalankan tugas dan fungsinya, termasuk mengeluarkan banyak regulasi, berupa Peraturan KKI (Perkonsil), Keputusan KKI (Kepkonsil) dan pedoman-pedoman, sebagaimana tugas dan fungsi KKI. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya tersebut, KKI mendapat dukungan dari stakeholders (pemangku kepentingan) yang terkait dengan praktik kedokteran di Indonesia.

Kemitraan yang tercipta antara KKI dan pemangku kepentingan merupakan suatu wuiud kerja sama dalam pengawalan mutu praktik kedokteran sebagai upaya perlindungan masyarakat demi terciptanya perlindungan pada masyarakat penerima pelayanan kedokteran serta peningkatan mutu pelayanan dokter dan dokter gigi. 

Dalam penjagaan mutu praktik kedokteran , akuntabilitas dari setiap pemangku kepentingan harus dan berkesinambungan. Dalam hal ini setiap pemangku kepentingan membantu KKI dengan menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing secara terus menerus dengan akuntabilitas yang perlu dijaga dan dipertahankan.

Masyarakat sebagai konsumen atau pengguna pelayanan kedokteran diharapkan turut serta mengawal mutu praktik kedokteran itu sendiri. Informasi dan edukasi tentang pengaturan praktik kedokteran. sebagai contoh. bilamana ada kasus-kasus dalam praktik dokter/dokter gigi agar mengadukan ke Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI). (yve)

 


Senin, 17 Jun 2019, 23:35:27 WIB Oleh : Nanang WH 254 View
Ratusan Warga Saksikan Rekonstruksi Penganiayaan Berat
Senin, 17 Jun 2019, 23:35:27 WIB Oleh : Arie Giyarto 339 View
Para Penyair Membaca Puisi Gunung Api
Senin, 17 Jun 2019, 23:35:27 WIB Oleh : Masal Gurusinga 327 View
Sudah Bayar Lunas Air Belum Mengalir

Tuliskan Komentar