atas

Buyer 50 Negara Serbu JIFFINA 2019

Jumat, 15 Mar 2019 | 13:03:33 WIB, Dilihat 154 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


Buyer 50 Negara Serbu JIFFINA 2019 Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih saat menjajal salah satu produk furniture yang dipamerkan di Yudhistira Hall Jogja Expo Center, Rabu (10/3/2019). (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)

Baca Juga : Hal Ini yang Membuat Investor Asing Minati Kebumen


KORANBERNAS.ID -- Pameran furniture dan craft bertaraf internasional kembali digelar, JIFFINA 2019 yang memasuki tahun ke empat, kali ini diselenggarakan di Yudhistira Hall Jogja Expo Centre 13-16 Maret 2019.

“Awalnya pameran ini berangkat dari semangat bersama menyikapi tingginya biaya pameran yang harus dikeluarkan teman-teman perajin dan pengusaha furniture,” papar Ketua Committee JIFFINA Endro Wardoyo.

“Sedangkan di JIFFINA ini, teman-teman yang ikut pameran juga jadi penyelenggara. Jadi gak ada lagi biaya Event Organizer dan lain-lain yang harus dikeluarkan, dengan demikian pameran ini lebih murah,” imbuhnya.

”Progres pameran JIFFINA dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang signifikan, baik dari segi peserta maupun nilai transaksi. Untuk tahun ini ada 300 peserta, dan 910 buyer internasional dari 50 negara akan hadir pada JIFFINA 2019," paparnya.

Endro berharap melalui pameran JIFFINA 2019, mampu mendongkrak daya saing industri furnitur nasional di tingkat global, serta dapat meningkatkan nilai ekspor industri furnitur dan craft nasional.

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menyampaikan, bahwa JIFFINA merupakan pameran ke-4 yang masuk kedalam lingkaran Pameran Furnitur di Asia.

“Artinya pasar furniture Indonesia sangat menarik bagi para konsumen dunia, sehingga antusiasme buyer untuk mencari produsen furniture terbaik di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun," katanya saat membuka pameran JIFFINA 2019 di JEC, Yogyakarta, Rabu (13/3).

Tema The Innovation Lifestyle for Suistainable Forest yang diusung JIFFINA tahun ini, menurut Gati mempunyai implikasi yang luar biasa untuk dapat diterapkan oleh pelaku industri furnitur.

"Setiap industri furniture sudah harus memiliki strategi bisnis dalam jangka panjang terutama terkait dengan sustainability bahan baku. Sehingga sebagai pelaku usaha, industry terutama IKM dituntut bijak dan kreatif dalam merancang design produk furniturenya," jelasnya.

Dalam kesempatan itu juga Gati mengimbau agar IKM lebih melek teknologi, bukan hanya demi menjaring konsumen yang lebih besar. Menurutnya dengan menggunakan platform e-commerce dalam pemasarannya pemerintah jadi lebih mudah dalam mendata semua industri termasuk craft dan furniture yang ada di Indonesia.

Kementerian Perindustrian mencatat pada perkembangan neraca perdagangan industri pengolahan, tujuh sektor industri yang mengalami surplus pada bulan Januari tahun 2019 diantaranya adalah makanan sebesar 1,60 Miliar US$ diikuti oleh pakaian jadi sebesar 707,99 Juta US$, Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus (tidak termasuk Furnitur), dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan, dan Sejenisnya sebesar 283,84 juta US$ termasuk industri furnitur.

Selanjutnya, kinerja sektor furnitur saat ini terus menunjukkan tren yang positif, pada tahun 2018 nilai ekspor Furnitur diperkirakan menjadi U$ 1,690 miliar, pertumbuhan neraca perdagangan industri furnitur mencatat surplus pada Januari 2019 sebesar US$ 113,36 juta.

"Tak hanya itu, minat pembeli produk furnitur Indonesia pun terus menunjukkan kenaikan setiap tahunnya," tuturnya.

Lebih lanjut, Gati menegaskan kemajuan industri furnitur Indonesia bukan hanya usaha dari pemerintah semata, namun juga semua pihak dari hulu ke hilir. IKM diharapkan tetap menjaga kualitas bahan baku dan produknya, selalu berinovasi, dan tidak kalah penting after sales service kepada para buyer agar mereka menjadi loyal customer.

Sekretaris Daerah DIY Yogyakarta Gatot Saptadi mengapresiasi atas terselenggaranya pameran JIFFINA 2019. Menurutnya pameran ini akan menjadi wadah promosi yang efektif untuk produk daerah khususnya furnitur dan craft yang berorientasi ekspor.

"Pameran ini juga sekaligus untuk meningkatkan pelaku usaha dalam pemasaran dan jaringan agar mampu meningkatkan usahanya," terang Gatot.

Gatot berharap pameran ini dapat berjalan dengan baik serta mampu meningkatkan nilai transaksi dan memberikan kemajuan dalam menghadapi ketat-nya persaingan global.(yve)



Jumat, 15 Mar 2019, 13:03:33 WIB Oleh : Nanang WH 317 View
Hal Ini yang Membuat Investor Asing Minati Kebumen
Jumat, 15 Mar 2019, 13:03:33 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 133 View
Diplomasi Indonesia di Benua Amerika Masih Potensial
Jumat, 15 Mar 2019, 13:03:33 WIB Oleh : Nila Jalasutra 95 View
Ini Dia Akses Jalan Baru ke Breksi

Tuliskan Komentar