atas1

Borobudur High Land Masa Depan Pariwisata DIY-Jateng

Jumat, 23 Agu 2019 | 08:54:01 WIB, Dilihat 509 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Borobudur High Land Masa Depan Pariwisata DIY-Jateng Rambu-rambu semi permanen terpasang di sepanjang jalan menuju Deloano. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : Penyintas Talasemia Tetap Mampu Bekerja


KORANBERNAS.ID – Borobudur High Land Culture & Adventure Eco-Tourism sebagai ikon baru perbukitan Menoreh yang meliputi wilayah Kulonprogo, Purworejo dan Magelang, bakal dijadikan semacam titik baru untuk memulai lompatan membangun pariwisata di Provinsi DIY dan Jawa Tengah masa depan.

Langkah tersebut sudah dimulai oleh Badan Otorita Borobudur (BOB) menyusul diresmikannya Deloano Glamorous Camping atau Deloano Glamping pada 14 Februari 2019.

Sebagai Laboratorium Nomadic Tourism, Deloano menempati hutan pinus milik Perhutani. Luasnya sekitar 3 hektar. Fasilitasnya lengkap serta berstandar internasional.

Ada VIP room, meeting room, panggung pertunjukan serta toilet dengan water heater.

Soal toilet, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya sempat bercanda sekaligus menunjukkan inilah uniknya pariwisata yang seakan-akan tidak mengenal batas administrasi wilayah.

“Kita duduk di sini Purworejo, tetapi toiletnya di Kulonprogo,” ungkapnya saat berkunjung ke obyek wisata baru di Desa Sedayu Purworejo itu, Kamis (22/8/2019)

Sejenak dia menoleh ke arah toilet bercat warna-warni yang berada tidak jauh dari panggung pertunjukan tempat dia duduk.

Bagi Kemenpar,  keberadaan Deloano merupakan bagian dari upaya mencapai target kunjungan 2 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Jawa Tengah dan DIY.

Apalagi nama besar Candi Borobudur di dunia pariwisata internasional sudah tidak diragukan lagi.

“Target bisa dengan mudah dicapai apabila kawasan itu didukung akses yang baik. Daya tarik utama pariwisata Yogyakarta dan Jawa Tengah itu Candi Borobudur,” ucap dia.

Deloano Glamorous Camping. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Tahun ini pemerintah pusat mengalokasikan anggaran Rp 300 miliar untuk keperluan pengembangan wisata Borobudur. Tahun depan, anggaran tersebut naik lima kali lipat menjadi Rp 1,5 triliun.

Anggaran sebesar itu digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas dasar kawasan wisata Borobudur. Menyusul operasional Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo maka fasilitas jalan, air bersih dan internet harus sudah bisa terpenuhi.

Direktur Utama (Dirut) Badan Otorita Borobudur (BOB), Indah Juanita, menambahkan saat ini pihaknya sedang mengembangkan atraksi baru berupa tree house atau rumah pohon, homepod, amphitheater dan green house.

Berada di titik tengah, Deloano mudah diakses dari Purworejo. Rutenya, dari Purworejo Kota ke arah Banyuasin, Plono dan Desa Wisata Nglinggo.

Sedangkan dari arah Magelang langsung ke Ndekso kemudian menyusuri Jalan Raya Samigaluh menuju Plono selanjutnya masuk Desa Wisata Nglinggo.

Begitu pula dari Yogyakarta, rutenya dari Jalan Godean ke Ndekso, Plono dan Desa Wisata Nglinggo.

Yang pasti, jalur menuju lokasi destinasi wisata berhawa sejuk dengan pemandangan hutan pinus itu memang relatif cukup menantang. (sol)



Jumat, 23 Agu 2019, 08:54:01 WIB Oleh : Sholihul Hadi 226 View
Penyintas Talasemia Tetap Mampu Bekerja
Kamis, 22 Agu 2019, 08:54:01 WIB Oleh : Sari Wijaya 403 View
Seribu Ikan Ditebar di Dam Plakaran
Kamis, 22 Agu 2019, 08:54:01 WIB Oleh : Sholihul Hadi 233 View
Droping Air Berlanjut sampai Kemarau Usai

Tuliskan Komentar