atas1

Belum Lulus, 30 Persen Siswa Sekolah Ini Sudah Kerja

Selasa, 14 Mei 2019 | 16:18:30 WIB, Dilihat 2736 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Belum Lulus, 30 Persen Siswa Sekolah Ini Sudah Kerja Para siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta mengikuti prosesi wisuda di JEC, Selasa (14/5/2019). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Baca Juga : Dulu Legenda, Kini Penyuluh KB Harus Siap Mental


KORANBERNAS.ID -- Pendidikan vokasi benar-benar menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap kerja. Kerjasama dengan dunia usaha dan industri (dudi) sekaligus praktik kerja yang optimal selama sekolah menjadikan lulusannya siap terjun ke dunia kerja.

Sebut saja siswa kelas XII SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta yang baru saja mengikuti wisuda kelulusan, Selasa (14/5/2019) di Jogja Expo Center (JEC). Meski baru saja dinyatakan lulus, 30 persen dari total 355 lulusan dipastikan sudah terserap di dunia kerja.

"Keterserapan di dunia kerja pun cukup singkat, hanya tiga bulan setelah lulus. Itupun karena menunggu nilai dan ijasah keluar," ujar Irman Tribuana Sakti,S.Pd.,M.Eng, Wakil Kepala Urusan Humas SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta disela wisuda.

Menurut Irman, sekolah bekerjasama dengan sekitar 90 dudi saat ini. Sehingga siswa memiliki banyak kesempatan untuk magang kerja di berbagai instansi dan perusahaan.

Selain serapan kerja yang tinggi, sebagian lulusan sekolah tersebut juga melanjutkan studinya ke pendidikan tinggi. Tahun ini bahkan 4 siswa mereka berhasil lolos dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di UNY.

"Banyak anak kami juga melanjutkan ke perguruan tinggi untuk meningkatkan kompetensinya," jelasnya.

Sementara Drs Suprihandono M.M, Kepala SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta mengungkapkan, lulusan terbanyak yang langsung terjun ke dunia kerja di Program Keahlian Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM). Diantaranya mereka bekerja di Astra Honda Motor yang berlisensi.

Dalam Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), siswa sekolah tersebut juga meraih nilai terbaik atas nama Fadli Khairul dari Program Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) dengan nilai rata-rata 80,6.

Dua siswa lainnya meraih nilai terbaik dalam matapelajaran (mapel) yang diujikan dalam UNBK. Bhimadinta Prizca dari Program Keahlian Farmasi meraih nilai 98,00 untuk mapel Bahasa Indonesia. Sedangkan Muhammad Furqon dari Program Keahlian Teknik Komputer Jaringan (TKJ) meraih nilai 92,00 untuk mapel Bahasa Inggris.

"Sekolah telah berhasil mengantarkan anak-anak dalam perjuangan selama tiga tahun terakhir bersama para guru dan karyawan di sekolah yang terpilih menjadi smk revitalisasi ini," imbuhnya.(yve)



Selasa, 14 Mei 2019, 16:18:30 WIB Oleh : Sholihul Hadi 602 View
Dulu Legenda, Kini Penyuluh KB Harus Siap Mental
Selasa, 14 Mei 2019, 16:18:30 WIB Oleh : Nanang WH 274 View
Menunggu SKCK Tak Bikin Bosan
Selasa, 14 Mei 2019, 16:18:30 WIB Oleh : Prasetiyo 402 View
16 Bulan Jabatan Kepala Dindikbud Kosong

Tuliskan Komentar