atas1

Banyak Orang Menghindar Lewat Masjid Ini Usai Salat Jumat

Rabu, 15 Mei 2019 | 23:51:55 WIB, Dilihat 10108 Kali - Oleh Arie Giyarto

SHARE


Banyak Orang Menghindar Lewat Masjid Ini Usai Salat Jumat Tempat eksekusi terbuka untuk terpidana di dekat Masjid Qisas. (istimewa)

Baca Juga : Ratusan Pemulung Tiba-tiba Bergembira


KORANBERNAS.ID -- Masjid Qisas di Jeddah sekitar 70 km dari Mekkah al Mukaromah menjadi salah satu obyek city tour para jamaah haji maupun umrah dari berbagai belahan dunia.

Ini karena di dekat masjid tersebut terdapat tempat terbuka yang sering digunakan untuk mengeksekusi terpidana, mulai dari hukuman potong tangan bahkan penggal kepala.

Tempat eksekusi yang terbuka itu konon untuk memberi efek jera bagi yang lain supaya mereka tidak melakukan perbuatan pidana.

Banyak orang memilih menghindar lewat depan Masjid Qisas pada jadwal eksekusi yang biasanya dilakukan usai Salat Jumat.

Tetapi jamaah umrah Anamona justru salat Maghrib dan buka puasa bersama di sana. Apakah ada keutamaan salat dan buka puasa di masjit tersebut?

"Kebetulan lewat pas menjelang Maghrib. Jadi mampir salat dan buka puasa," kata Drg H Ircham Machfoedz selaku pembimbing umrah.

Jamaah umrah dari Indonesia santai sejenak di dalam Masjid Qisas usai shalat Magrib. (istimewa)

Saat city tour biasanya jamaah hanya melihat-lihat dan motret-motret kemudian berlalu, tapi kini mereka bisa salat di dalamnya.

Menjawab pertanyaan koranbernas.id, Rabu (15/5/2019), melalui saluran telepon seluler Ircham mengatakan memang beberapa jamaah merasa kurang nyaman saat menyantap makanan buka puasa.

Mereka mungkin membayangkan darah saat terjadi eksekusi para terpidana. Ada kesan ngeri bahkan ada yang membayangkan bau anyir darah.

Apalagi sore itu di halaman masjid, Ustad Syaiful Bachri menjelaskan apabila orang terbukti mencuri maka dihukum potong tangan kiri sampai pergelangan.

Kalau ternyata dia terbukti mencuri lagi, dipotong lagi tangan kanannya. Sedang hukuman bagi pembunuh adalah penggal kepala. Orang boleh melihat tetapi tidak boleh memotret.

"Bagi saya pribadi tidak masalah. Sebagai orang kesehatan, dulu waktu praktikum pun bersama mayat," kata dia. (sol)



Rabu, 15 Mei 2019, 23:51:55 WIB Oleh : Sholihul Hadi 234 View
Ratusan Pemulung Tiba-tiba Bergembira
Rabu, 15 Mei 2019, 23:51:55 WIB Oleh : B Maharani 329 View
DPRD Jateng Ajak FWPJT Wujudkan Parlemen Modern
Rabu, 15 Mei 2019, 23:51:55 WIB Oleh : Nila Jalasutra 647 View
Mal Pelayanan Publik Kado Hari Jadi Sleman

Tuliskan Komentar