atas

ARTJOG MMXIX, Cara Seniman Membumi dan Menginternasional

Sabtu, 09 Feb 2019 | 19:27:31 WIB, Dilihat 381 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


ARTJOG MMXIX, Cara Seniman Membumi dan Menginternasional Gading Paksi, Heri Pemad mendampingi Dian Permanasari saat memberikan paparan seputar ARTJOG MMXIX dan Jogja Art Weeks 2019 di Pendapa Ajiyasa, Komplek Jogja National Museum (JNM), Jalan Ki Amri Yahya No. 1, Kota Yogyakarta, Jumat (8/2/2019). (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)

Baca Juga : Ada Kegelisahan Masyarakat yang Tercermin Lewat Musik


KORANBERNAS.ID -- ARTJOG akan kembali digelar. Peristiwa seni ini menjadi ruang pertemuan bagi gagasan dan ide-ide baru dalam kesenian. Beragam presentasi bentuk seni lintas disiplin dapat ditemui. Dari seni rupa, seni musik, seni tari, dan seni pertunjukan hingga para pelaku industri kreatif pun dapat saling bersinggungan.

Sebagai upaya semakin membumikan ruang berbagi dan bertemunya gagasan dan ide-ide baru dalam kesenian, pada tahun ke 12 ini ARTJOG mengusung tema besar 'Arts in Common'

Agung Hujatnika sebagai satu-satunya kurator baru dalam ARTJOG MMXIX menjelaskan, secara harfiah, common dalam bahasa Inggris dapat diterjemahkan sebagai 'yang umum' atau 'yang biasa'.

Selain itu, Arts in Common sendiri mengambil inspirasi dari 'the commons', secara spesifik istilah tersebut mendefinisikan suatu khazanah berbagai informasi, pengetahuan, benda atau sumber daya yang diwariskan dan diciptakan secara individual maupun kolektif, dan diharapkan mampu bertahan serta dimanfaatkan secara luas untuk generasi mendatang.

Doktor kelahiran Tasikmalaya yang akrab disebut Jennong ini menambahkan, The commons' adalah cara berpikir alternatif yang sangat relevan dengan berbagai kenyataan hidup sehari-hari. Selain itu, secara sederhana 'The Commons' dapat dimaknai sebagai hasil dari suatu eksplorasi sumber daya (immaterial maupun material-alamiah, industrial, digital) untuk kepentingan bersama.

"Arts in Common juga hendak menawarkan pemahaman, bahwa apa yang ditampilkan di ARTJOG dalam 3 tahun ke depan adalah semacam irisan, atau kumpulan hal yang mempersatukan keragaman ekspresi seni dan kreativitas berbagai individu dari berbagai latar sosial, budaya dan bangsa. Tema besar ini selaras dengan penegasan ARTJOG sebagai sebuah festival seni rupa kontemporer internasional," imbuh Jennong saat sosialisasi ARTJOG MMXIX dan Jogja Art Weeks 2019 di Pendapa Ajiyasa, Komplek Jogja National Museum (JNM), Jalan Ki Amri Yahya No. 1, Kota Yogyakarta, Jumat (8/2/2019).

Menurutnya, pelabelan ARTJOG MMXIX sebagai sebuah festival seni rupa kontemporer internasional dinilai tidak berlebihan. Terlebih jika melihat bagaimana kemeriahan yang melekat dalam setiap penyelenggaran ARTJOG. Selain itu, pelabelan tersebut dianggapnya penegasan posisi Yogyakarta sebagai salah satu poros seni rupa terpenting di Asia Tenggara, khususnya di dalam kancah perhelatan seni rupa kontemporer yang lebih luas.

"Arts in Common percaya bahwa hari-hari ini, keragaman dan pencanggihan ekspresi seni rupa kontemporer sesungguhnya tetap menawarkan makna bersama yang kontekstual dengan dunia sehari-hari di sekitar kita," pungkasnya.

Sementara itu Direktur ARTJOG MMXIX, Heri Pemad mengakui bahwa sosialisasi ARTJOG kali ini sedikit terlambat karena gelaran Art Bali November 2018 lalu. Heri menyampaikan, didaulatnya Agung Hujatnika sebagai kurator baru mendampingi Ignatia Nilu dalam ARTJOG MMXIX bisa memberikan penyegaran dalam gelaran ARTJOG tahun ini.

"Semoga ini tidak menyinggung teman-teman kurator lain, karena di ARTJOG kami benar-benar mencari kurator yang bisa bekerja secara total. bukan sekedar yang bisa menulis tulisan kuratorial," tegas Heri.

Sementara itu, Project Manager ARTJOG MMXIX, Gading Paksi menjelaskan, untuk program ARTJOG tahun ini hampir sama dengan tahun sebelumnya. Yakni pameran utama, program Jogja Art Weeks, curatorial tour dan meet the artist, marchandise project dan daily performance program.

"Khusus daily performance sebaiknya para seniman yang akan ingin turut terlibat melakukan registrasi lewat portal http://www.jogjaartweeks.com supaya bisa mengatur jadwal tampil," imbuhnya.

"Ada sedikit tambahan dalam gelaran tahun ini, yakni program lecture sebagai pendamping pameran utama. sementara untuk merchandise project, di sini kami ingin ajak seniman yang terlibat merespon tema besar ARTJOG, juga akan ada workshop terkait merchandise project," terang Gading.

Perlu diketahui, gelaran ARTJOG MMXIX akan dihelat sejak 25 Juli sampai 25 Agustus 2019 di Jogja National Museum. Diusungnya tema besar 'Arts in Common' pada ARTJOG MMXIX untuk menawarkan pemahaman apa yang ditampilkan di ARTJOG dalam tiga tahun ke depan.(yve)



Sabtu, 09 Feb 2019, 19:27:31 WIB Oleh : Putut Wiryawan 247 View
Ada Kegelisahan Masyarakat yang Tercermin Lewat Musik
Sabtu, 09 Feb 2019, 19:27:31 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 177 View
Baciro Diubah Jadi Kawasan Ekonomi
Jumat, 08 Feb 2019, 19:27:31 WIB Oleh : Masal Gurusinga 302 View
Sudah Dibor, Air Tak Sampai ke Warga

Tuliskan Komentar