atas

Wartawan Laporkan Pendiri Grup ICJ

Selasa, 15 Jan 2019 | 19:51:23 WIB, Dilihat 1918 Kali - Oleh Sari Wijaya

SHARE


 Wartawan Laporkan Pendiri Grup ICJ Tim Advokasi Wartawan DIY Laporkan Pemilik Akun FB Yanto Sumantri ke Polda DIY terkait pencemaran profesi wartawan Selasa (15/1/2019) siang. (istimewa)

Baca Juga : Sebelum Lulus, Mahasiswa Peternakan Dilatih Punya Perusahaan


KORANBERNAS.ID--Pendiri Info Cegatan Jogja (ICJ) yakni pemilik akun Yanto Sumantri secara resmi dilaporkan oleh Tim Advokasi Wartawan DIY ke Polda DIY, Selasa (15/1/2019) siang.

Pelaporan dilakukan oleh Ketua Tim Advokasi Kusno Setyo Utomo S.Sos SH dengan didampingi para wartawan dari berbagai media baik cetak, televisi, online maupun radio. Pelaporan dilakukan karena salah satu pendiri ICJ itu dinilai memberi ruang adanya ujaran kebencian yang kemudian merugikan profesiwartawan.

Kusno mengatakan pelaporan dilakukan setelah akun facebook Yanto Sumantri mengunggah capture tayangan berita MNC TV tentang ajakan pemilu damai yang tayang di berita daerah. Postingan diunggah pada Jumat 11 Januari.

Oleh Yanto postingan tersebut dianggap sebuah hoax karena tidak sesuai yang dimaksudkan dirinya yakni aksi melawan klitih.

Kendati dalam video berita tersebut setelah dilihat ada juga peserta yang membentangkan poster ajakan pemilu damai dan anti hoax.

Tak pelak postingan tersebut mendapat komentar dari member ICJ hingga ribuan akun. Dan banyak di antara yang komen tersebut menyudutkan, menghina, membully tidak hanya ke wartawan MNC TV, namun juga menghina profesi wartawan secara keseluruhan.

Kendati kemudian postingan sudah tidak terlihat lagi, pihak keluarga wartawan dari MNC TV mengalami shock melihat bully yang sedemikian keras kepada kepala keluarga mereka dan profesi wartawan secara umum.

“Kami menduga, akun Yanto Sumantri melakukan tindakan menghoaxkan, penyebaran ujaran kebencian. Kami menganggap telah dilakukan pelanggaran terhadap UU Nomor 11 Tahun 2008 tentangInformasi dan Transaksi Elektronik (ITE),” tandas Kusno.

Juga UU Nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran serta UU Nomor 40 tentang Pers.

“Kasus ini sudah bukan menyangkut personal atau lembaga MNC TV. Namun menyangkut harkat,martabat,harga diri dan marwah wartawan. Karena kasus ini bisa saja menimpa semua wartawan,”katanya.

Apalagi Kusno melihat tindakan bully kepada profesi wartawan saat ini kian keras terasa.

Sebelumnya pihak Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) telah mengeluarkan pernyataan bahwa berita yang diproduksi MNC TV tidak hoax.

Melalui Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran, Agnes Dwirujiyati, pihak KPID telah melakukan analisa mendalam terkait pemberitaan tersebut secara independen dan sesuai amanat negara. (SM)



Selasa, 15 Jan 2019, 19:51:23 WIB Oleh : Sari Wijaya 429 View
Sebelum Lulus, Mahasiswa Peternakan Dilatih Punya Perusahaan
Selasa, 15 Jan 2019, 19:51:23 WIB Oleh : Nila Jalasutra 249 View
RSUD Lakukan Akreditasi Rumah Sakit Versi SNARS Edisi 1
Selasa, 15 Jan 2019, 19:51:23 WIB Oleh : Sari Wijaya 244 View
Jaga Kebugaran, Prajurit Kodim Yogyakarta Lari Aerobik

Tuliskan Komentar